Musda Golkar Sulsel 2026, Andi Ina Dinilai Makin Menguat Pasca Pertemuan Bahlil dan NH

Pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan politisi senior Nurdin Halid di Mekkah yang menjadi sorotan menjelang Musda Golkar Sulawesi Selatan 2026.

Pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan politisi senior Nurdin Halid di Mekkah yang menjadi sorotan menjelang Musda Golkar Sulawesi Selatan 2026.

MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Peta persaingan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan semakin menarik untuk dicermati. Di tengah belum pastinya jadwal pelaksanaan Musda, pertemuan Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia dengan tokoh senior Golkar Sulsel Nurdin Halid di Mekkah justru memunculkan berbagai spekulasi politik.

Salah satu yang mencuat adalah menguatnya peluang Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, dalam bursa calon Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan. Analisis tersebut disampaikan Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto, yang menilai pertemuan dua tokoh Golkar tersebut memiliki makna politik yang tidak bisa dipisahkan dari dinamika Musda Golkar Sulsel.

Menurut Ali, jika melihat arah komunikasi dan jejaring politik yang selama ini terbangun, hasil konsolidasi yang terjadi di Mekkah berpotensi memberikan keuntungan politik bagi Andi Ina.

“Wah kalau konsolidasi di Mekkah berjalan bisa-bisa Andi Ina ini yang menguat,” kata Ali, Senin (1/6/2026).

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Ali menilai garis relasi politik Nurdin Halid selama ini memiliki kedekatan dengan sejumlah figur yang berada dalam orbit yang sama dengan Andi Ina. Karena itu, pertemuan tersebut dinilai berpotensi memberi sinyal terhadap arah dukungan politik di internal Golkar Sulsel.

“Kalau dilihat dari garis relasinya, arahnya ke Andi Ina dan IAS,” ujarnya.

Andi Ina Dinilai Jadi Pilihan Paling Aman

Meski beberapa nama lain juga masuk dalam radar persaingan, Ali melihat posisi Andi Ina saat ini relatif lebih aman dibanding kandidat lainnya. Selain memiliki legitimasi sebagai kepala daerah aktif, Andi Ina juga dinilai berhasil membangun komunikasi politik yang cukup baik di berbagai tingkatan partai.

Dalam beberapa bulan terakhir, nama Bupati perempuan pertama di Barru itu memang semakin sering disebut sebagai salah satu figur yang berpeluang memimpin Golkar Sulsel. Kehadirannya sebagai Bupati Barru sekaligus kader perempuan Golkar yang berhasil memenangkan kontestasi politik dinilai menjadi modal penting dalam pertarungan menuju kursi Ketua Golkar Sulsel.

“Pilihan amannya masih pada Andi Ina,” tegas Ali.

Analisis tersebut semakin menarik karena muncul setelah beredarnya foto pertemuan Bahlil Lahadalia dan Nurdin Halid di Tanah Suci. Di kalangan kader Golkar, pertemuan itu dibaca sebagai bagian dari komunikasi politik yang dapat memengaruhi konfigurasi dukungan menjelang Musda.

Menurut Ali, apabila komunikasi antara elite-elite Golkar tersebut berjalan positif, maka peluang Andi Ina untuk mendapatkan dukungan yang lebih luas akan semakin terbuka.

Selain faktor relasi politik, Andi Ina juga dinilai memiliki keuntungan dari sisi elektoral dan kepemimpinan. Sejak memimpin Kabupaten Barru, ia aktif membangun komunikasi lintas kelompok dan tetap menjaga hubungan baik dengan berbagai tokoh politik di Sulawesi Selatan.

Di tengah dinamika internal partai yang masih cair, figur Andi Ina dianggap mampu menjadi titik temu berbagai kepentingan politik yang ada di Golkar Sulsel. Kondisi itulah yang membuat namanya terus menguat dalam berbagai perbincangan politik menjelang Musda.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari DPP Golkar terkait arah dukungan maupun jadwal pelaksanaan Musda Golkar Sulsel. Proses komunikasi politik antarfigur dan kelompok di internal partai masih terus berlangsung.

Namun satu hal yang mulai terbaca dari berbagai analisis politik, pertemuan Bahlil Lahadalia dan Nurdin Halid di Mekkah tidak sekadar dipandang sebagai silaturahmi biasa. Bagi sebagian pengamat, pertemuan itu justru menjadi sinyal awal menguatnya posisi Andi Ina Kartika Sari dalam perebutan kursi Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan.

Comment