Sekolah Rakyat Barru Dipersiapkan Sambut 330 Siswa

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari memimpin rapat koordinasi persiapan operasional Sekolah Rakyat di Kantor Bupati Barru untuk memastikan seluruh fasilitas dan layanan siap sebelum peresmian pada 14 Juli 2026.

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari memimpin rapat koordinasi persiapan operasional Sekolah Rakyat di Kantor Bupati Barru untuk memastikan seluruh fasilitas dan layanan siap sebelum peresmian pada 14 Juli 2026.

BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Pemerintah Kabupaten Barru terus mematangkan seluruh persiapan menjelang beroperasinya Sekolah Rakyat yang dijadwalkan diresmikan serentak oleh Presiden Republik Indonesia pada 14 Juli 2026. Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari memimpin rapat koordinasi persiapan operasional Sekolah Rakyat di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 5 Kantor Bupati Barru, Rabu (8/7/2026).

Rapat tersebut menjadi momentum menyatukan langkah seluruh perangkat daerah, kementerian, kontraktor pelaksana, hingga instansi pendukung agar seluruh fasilitas pendidikan, asrama, dan layanan penunjang benar-benar siap saat para siswa mulai menempati kawasan sekolah.

Dalam arahannya, Andi Ina mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga Kabupaten Barru menjadi salah satu dari sembilan daerah di Sulawesi Selatan yang dipercaya menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Permanen.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang yang dilakukan bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Forkopimda, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Barru.

Bupati Minta Kualitas Bangunan Jangan Dikorbankan

Bupati menjelaskan, rapat koordinasi digelar untuk memastikan seluruh aspek operasional berjalan sesuai jadwal. Mulai dari kesiapan ruang belajar, asrama, fasilitas sanitasi, perlengkapan siswa, hingga koordinasi lintas instansi harus dipastikan rampung sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Kepada Ardian Saputra selaku kontraktor pelaksana dari PT Waskita Karya, Andi Ina mengingatkan agar penyelesaian proyek tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga mengutamakan mutu bangunan.

“Jangan memburu target waktu tetapi mengabaikan kualitas bangunan. Sekolah Rakyat ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Barru. Karena itu kualitasnya harus benar-benar dijaga,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pembangunan dapat diselesaikan sesuai target, termasuk penyelesaian bangunan permanen yang direncanakan rampung pada 20 Juli 2026.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan investasi pendidikan jangka panjang sehingga setiap detail konstruksi harus memenuhi standar keamanan, kenyamanan, dan kelayakan.

Salah satu perhatian khusus Bupati tertuju pada fasilitas sanitasi.

Baginya, toilet bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.

“Saya perempuan, jadi saya sangat memperhatikan toilet. Jangan sampai bangunannya megah tetapi toiletnya tidak layak. Toilet harus bersih, higienis, dan nyaman digunakan anak-anak,” katanya.

Selain pembangunan fisik, Andi Ina meminta seluruh perlengkapan siswa segera dipastikan tersedia melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Menurutnya, kesiapan operasional sekolah tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan, tetapi juga dari kesiapan seluruh layanan ketika siswa mulai memasuki asrama.

Semua OPD Diminta Bergerak Bersama

Dalam rapat tersebut, Bupati menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing.

Dinas Kesehatan diminta menyiapkan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh calon siswa pada hari pertama masuk sekolah.

Sementara itu, Satpol PP bertugas membantu pengamanan selama proses penerimaan siswa, sedangkan Dinas Lingkungan Hidup diminta memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan optimal mengingat nantinya lebih dari 500 penghuni akan beraktivitas di lingkungan sekolah.

“Semua OPD harus bergerak. Jangan ada yang bekerja sendiri-sendiri. Kita sukseskan bersama karena ini adalah program negara sekaligus kebanggaan masyarakat Barru,” tegasnya.

Pengusaha dan Tenaga Kerja Lokal Harus Dilibatkan

Tak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, Bupati juga menaruh perhatian besar terhadap dampak ekonomi yang akan ditimbulkan dari hadirnya Sekolah Rakyat.

Ia meminta agar pengadaan perlengkapan siswa memprioritaskan pelaku usaha lokal Kabupaten Barru sehingga manfaat ekonomi program tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.

“Saya tidak mau masyarakat Barru hanya menjadi penonton. Pengusaha-pengusaha lokal harus merasakan manfaat ekonomi dari hadirnya Sekolah Rakyat.”

Menurutnya, pelaku usaha di Barru memiliki kemampuan memenuhi berbagai kebutuhan sekolah selama diberikan kesempatan dan informasi yang memadai.

Harapan serupa juga disampaikan terkait perekrutan tenaga pendukung, mulai dari petugas keamanan, juru masak, tenaga kebersihan, hingga tenaga operasional lainnya.

Bupati mengaku telah menyampaikan langsung harapan tersebut kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico.

“Saya berjuang menghadirkan Sekolah Rakyat karena saya tahu program ini akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Barru. Saya tidak ingin masyarakat saya hanya menjadi penonton,” tegasnya.

Ia juga meminta Dinas Sosial dilibatkan dalam proses penentuan tenaga pendukung agar masyarakat Barru yang memenuhi persyaratan memperoleh kesempatan bekerja.

Sementara untuk tenaga pendidik, Andi Ina menegaskan proses seleksi harus dilakukan secara profesional berdasarkan kompetensi.

Menurutnya, tidak boleh ada praktik yang mengedepankan hubungan keluarga maupun kedekatan pribadi.

Seleksi Siswa Harus Tepat Sasaran

Bupati mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat.

Meski demikian, ia mengingatkan agar proses penerimaan siswa tetap mengacu pada ketentuan pemerintah dengan memprioritaskan keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.

Selain itu, pemerataan peserta didik dari seluruh kecamatan serta pemeriksaan kesehatan fisik dan mental juga harus menjadi perhatian utama.

Tak kalah penting, penyediaan air bersih juga menjadi sorotan dalam rapat tersebut.

Bupati meminta PDAM Barru memastikan kebutuhan air di kawasan Sekolah Rakyat tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat sekitar serta menjamin kualitas air sesuai standar kesehatan.

“Jangan sampai hadirnya Sekolah Rakyat justru menghadirkan masalah baru bagi rakyat. Sekolah Rakyat harus memberi manfaat besar, bukan mengurangi hak masyarakat mendapatkan air bersih,” tegasnya.

Sebelumnya, Ardian Saputra selaku kontraktor pelaksana dari PT Waskita Karya memastikan seluruh fasilitas utama yang dibutuhkan untuk operasional awal telah dipersiapkan.

Sebanyak 330 siswa dijadwalkan mulai memasuki kawasan Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2026 dengan memanfaatkan ruang belajar dan asrama sementara. Adapun penyelesaian seluruh fasilitas permanen ditargetkan rampung pada 20 Juli 2026.

Sementara itu, Nurlina selaku PIC Persiapan MPLS Sekolah Rakyat Permanen Barru dari Kementerian Sosial RI memberikan apresiasi atas kesiapan Pemerintah Kabupaten Barru.

Berdasarkan hasil pemantauan di Sulawesi Selatan, progres pembangunan dan persiapan operasional Sekolah Rakyat Barru dinilai menjadi salah satu yang paling maju sehingga diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pelaksanaan program serupa di daerah lain.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri kepala OPD terkait, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barru, para PIC Sekolah Rakyat Kementerian Sosial RI, Camat Soppeng Riaja, Wakil Kepala SRT 65 Barru bersama wali asuh, Kepala Desa Lawallu, serta sejumlah undangan lainnya.

Comment