BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kembali menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat Kabupaten Barru. Suasana haru mewarnai penyalaan pertama sambungan listrik di rumah Saharuddin, warga Desa Siawung, Kecamatan Barru, Kamis (9/7/2026), yang akhirnya dapat menikmati aliran listrik setelah bertahun-tahun menanti.
Momen sederhana saat lampu pertama kali menyala di rumah keluarga Saharuddin berubah menjadi peristiwa yang penuh makna. Senyum bahagia, pelukan hangat, hingga ucapan syukur dari keluarga penerima manfaat menjadi gambaran nyata betapa pentingnya akses listrik bagi kehidupan masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sri Suparni Bahlil, ke Kabupaten Barru. Dalam kunjungan itu, selain menyerahkan Bantuan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS), Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), dan paket sembako, Sri Suparni juga menyaksikan langsung penyalaan perdana listrik di rumah salah satu penerima manfaat.
Sambutan Hangat Warga Desa Siawung
Sri Suparni Bahlil tiba di Desa Siawung didampingi Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, Ketua TP PKK Kabupaten Barru Andi Milawaty Abustan, serta sejumlah pejabat pemerintah dan jajaran PLN.
Kedatangan rombongan disambut antusias masyarakat. Anak-anak PAUD Desa Siawung turut memeriahkan penyambutan dengan membawakan lagu “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, menciptakan suasana hangat dan penuh keceriaan sejak rombongan tiba di lokasi.
Usai penyerahan paket sembako secara simbolis kepada warga, rombongan kemudian berjalan menuju rumah Saharuddin yang berada tidak jauh dari lokasi kegiatan. Di rumah sederhana itu, Sri Suparni Bahlil bersama Bupati Barru dan General Manager PLN UID Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat yang diwakili Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan, Yuli Ashaniais Ramadani, melakukan penyalaan pertama dengan menekan sakelar sebagai tanda resmi dimulainya aliran listrik.
Begitu lampu menyala, suasana seketika berubah emosional. Wajah Saharuddin dan istrinya, Husnah, tampak tak mampu menyembunyikan rasa haru. Senyum lebar, pelukan hangat, dan ucapan syukur menjadi luapan kebahagiaan keluarga yang akhirnya bisa menikmati penerangan listrik di rumah mereka.
Di sela kegiatan, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyempatkan diri berbincang langsung dengan Husnah. Dengan penuh kehangatan, ia berharap bantuan tersebut benar-benar menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima manfaat.
“Semoga bantuan ini membawa berkah bagi keluarga. Gunakan listrik ini untuk hal-hal yang bermanfaat, mendukung aktivitas sehari-hari, membantu anak-anak belajar di malam hari, dan semoga menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kesejahteraan keluarga,” singkat Bupati.
Tak hanya itu, Bupati juga melakukan pengisian token listrik perdana pada meteran prabayar milik keluarga Saharuddin yang dipandu oleh petugas PLN. Momen tersebut kemudian diabadikan bersama seluruh rombongan sebagai simbol dimulainya akses listrik bagi keluarga penerima manfaat.
Sebelumnya, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Sulselrabar, Yuli Ashaniais Ramadani, memaparkan perkembangan pelaksanaan Program Bantuan Pasang Baru Listrik di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Ia menyebutkan bahwa khusus Kabupaten Barru, PLN menargetkan sebanyak 256 rumah tangga akan menikmati sambungan listrik baru sepanjang tahun 2026.
Sementara itu, Koordinator Investasi dan TKDN Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Nur Hidayanto, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 sebanyak 86 rumah tangga di Kabupaten Barru telah menerima manfaat Program BPBL, termasuk keluarga Saharuddin yang menjadi lokasi penyalaan pertama dalam kunjungan tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa usulan tambahan calon penerima manfaat yang diajukan Pemerintah Kabupaten Barru untuk tahun 2026 akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku sehingga semakin banyak masyarakat dapat menikmati akses listrik.
Bagi Saharuddin, bantuan tersebut bukan sekadar sambungan listrik. Sebagai buruh bangunan yang selama ini hidup dengan keterbatasan, kehadiran listrik menjadi harapan baru bagi keluarganya.
Dengan mata berkaca-kaca, pria berusia 30 tahun itu mengaku bantuan tersebut merupakan yang pertama kali diterimanya dari pemerintah. Ia berharap listrik yang kini telah mengalir ke rumahnya dapat membantu aktivitas sehari-hari sekaligus memberikan kenyamanan bagi keluarganya.
“Senang sekali. Baru kali ini saya mendapatkan bantuan seperti ini. Terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan listrik. Bantuan ini sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Program BPBL di Kabupaten Barru menjadi salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses energi hingga menjangkau masyarakat yang selama ini belum menikmati sambungan listrik. Dengan hadirnya listrik di rumah-rumah warga, diharapkan kualitas hidup masyarakat semakin meningkat, aktivitas ekonomi dapat berkembang, dan anak-anak memiliki kesempatan belajar lebih baik pada malam hari.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pemerintah Kabupaten Barru, Ketua DPW beserta Ketua Unsur Pelaksana dan Pengurus DWP Kementerian ESDM, para Manager ULP PLN se-UP3 Parepare, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para penerima manfaat Program Bantuan Pasang Baru Listrik.

Comment