BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyoroti dua hal saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barru, Kamis (17/9/2026), yakni promosi literasi melalui media sosial yang belum optimal dan kondisi ruangan kantor yang rusak parah.
Dalam kunjungan tersebut, Andi Ina memeriksa sejumlah ruangan sekaligus memberikan arahan kepada jajaran pegawai mengenai peningkatan kedisiplinan, kualitas pelayanan literasi, dan pemeliharaan fasilitas kantor.
Kedatangan Bupati disambut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Barru, Charly Richard, S.IP., M.Si. Andi Ina turut didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Barru dan Kepala Dinas PUTR Perkim.
Salah satu perhatian Bupati tertuju pada akun Instagram resmi Perpustakaan Barru yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mempromosikan layanan dan kegiatan literasi kepada masyarakat.
Ia meminta seluruh pegawai mengikuti akun tersebut dan ikut menyebarluaskan informasi perpustakaan melalui media sosial. Menurutnya, keterlibatan internal menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan promosi literasi, terutama di kalangan generasi muda.
“Saya cek langsung tadi. Akun Perpustakaan Barru harus kita hidupkan. Semua pegawai harus follow dan bantu promosikan. Ini soal kepedulian kita terhadap literasi. Kalau bukan kita yang mempromosikan, siapa lagi? Literasi harus dimulai dari kita dulu di internal,” tegas Andi Ina di hadapan staf.
Perpustakaan Harus Lebih Dekat dengan Generasi Muda
Andi Ina menilai perpustakaan di era digital tidak cukup hanya mengandalkan kunjungan langsung. Media sosial perlu dikelola secara aktif, kreatif, dan informatif agar masyarakat lebih mudah mengetahui koleksi, layanan, serta berbagai kegiatan yang tersedia.
Penguatan promosi digital tersebut diharapkan dapat membuat perpustakaan lebih dekat dengan masyarakat, khususnya anak muda, sekaligus menumbuhkan minat baca dan budaya literasi di Kabupaten Barru.
Selain mengevaluasi promosi digital, Bupati juga memeriksa kondisi fisik bangunan. Dalam sidak itu, ia menemukan sebuah ruangan dengan kerusakan cukup parah. Bagian plafon tampak jebol, material atap berjatuhan, dan puing berserakan di lantai.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan keselamatan pegawai dan mengganggu aktivitas perkantoran.
Andi Ina meminta jajaran terkait segera mendata kerusakan dan mengusulkan langkah perbaikan agar ruangan tersebut dapat kembali digunakan secara aman dan produktif.
“Ini harus segera dibenahi. Tidak bisa dibiarkan seperti ini. Keselamatan pegawai harus jadi prioritas. Segera inventarisir kerusakannya dan ajukan perbaikannya. Setelah diperbaiki, ruangan ini bisa kita tata kembali untuk kegiatan kantor yang lebih produktif,” ujarnya.
Perbaikan Fasilitas dan Penguatan Literasi Berjalan Bersamaan
Bupati menegaskan, pengembangan literasi harus disertai pembenahan sarana dan prasarana. Ia ingin Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barru menjadi salah satu penggerak utama budaya literasi, dengan fasilitas yang aman, nyaman, serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong penguatan literasi digital dan peningkatan koleksi buku yang relevan bagi pembaca.
“Komitmen saya jelas. Literasi harus kita gerakkan serius, tapi fasilitas juga harus kita benahi. Tidak boleh ada kantor yang rusak dibiarkan, dan tidak boleh ada program literasi yang jalan di tempat. Keduanya harus berjalan beriringan. Saya ingin perpustakaan Barru menjadi ruang yang hidup, dicintai anak muda, dan membanggakan,” tegasnya.
Andi Ina menambahkan, sidak akan terus dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap kedisiplinan aparatur dan kualitas pelayanan publik.
“Saya akan kawal langsung. Sidak seperti ini akan terus saya lakukan. Kita ingin ASN Barru punya budaya kerja yang peduli, disiplin, dan bangga melayani masyarakat,” tambahnya.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Barru berharap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tidak hanya tertib dalam administrasi, tetapi juga semakin inovatif mempromosikan layanan, aktif menggerakkan literasi, dan tanggap dalam menjaga kelayakan fasilitas kantor.

Comment