BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 yang digelar di halaman Kantor Bupati Barru, Senin (27/4/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti unsur Forkopimda, ASN, TNI/Polri, serta para kepala OPD hingga perangkat desa.
Peringatan Hari Otonomi Daerah ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Barru untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong pemerataan pembangunan di daerah.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati mengingatkan bahwa peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan refleksi atas pelaksanaan otonomi daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA:
Wabup Barru Pimpin Upacara HAB Ke-80 Kemenag
Hari Otonomi Daerah Dorong Sinergi dan Pelayanan Publik
Pada kesempatan tersebut, Abustan membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Otonomi daerah adalah instrumen untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air,” kutipnya.
Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada koordinasi yang kuat antara pusat dan daerah, serta kemandirian dalam mengelola potensi lokal.
Wakil Bupati juga menyoroti sejumlah strategi dalam penguatan otonomi daerah, mulai dari integrasi perencanaan pembangunan, reformasi birokrasi berbasis hasil melalui digitalisasi, hingga penguatan kemandirian fiskal.
Selain itu, peningkatan kolaborasi antar daerah, fokus pada layanan dasar, serta pengentasan kemiskinan menjadi prioritas dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
BACA JUGA:
Upacara Hari Bela Negara ke-77 Digelar Pemkab Barru
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan daerah menghadapi tantangan global, seperti ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, dan perubahan iklim. Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah harus adaptif dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah daerah tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga harus proaktif dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah,” tegasnya.
Di sisi lain, efisiensi penyelenggaraan pemerintahan juga menjadi perhatian, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk mengutamakan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada tiga ahli waris. Bantuan ini diberikan kepada keluarga almarhum Muhammad Rusdin, Hasbullah, dan almarhumah Asri sebagai bentuk perlindungan sosial bagi pekerja.
Penyerahan santunan tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memastikan jaminan sosial bagi masyarakat, khususnya pekerja rentan di daerah.
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Barru ditutup dengan penuh khidmat, sekaligus menjadi pengingat bahwa otonomi daerah harus terus diperkuat sebagai pilar pembangunan yang responsif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Comment