BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Kepulan asap sempat membumbung dari kawasan lahan jati di Dusun Pacciro, Desa Libureng, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sabtu (8/8/2026) siang. Mendapat laporan kebakaran, personel Polsek Tanete Riaja bersama pemerintah desa, petugas pemadam kebakaran dan warga bergerak cepat menuju lokasi untuk mencegah api meluas.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 14.54 Wita. Bhabinkamtibmas Desa Libureng bersama pemerintah desa dan masyarakat yang tiba lebih dahulu langsung melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Tak berselang lama, sekitar pukul 15.00 Wita, satu unit mobil pemadam kebakaran Kecamatan Tanete Riaja tiba di lokasi. Petugas kemudian langsung melakukan pemadaman terhadap kobaran api yang membakar area lahan jati tersebut.
Respons cepat dari berbagai unsur membuat api berhasil dikendalikan. Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting sehingga kebakaran tidak meluas ke area lainnya.
Warga Diminta Waspada Selama Musim Kemarau
Kapolsek Tanete Riaja mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau ketika kondisi vegetasi dan lahan cenderung lebih kering dan mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di area yang mudah terbakar. Apabila menemukan adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” imbaunya.
Imbauan tersebut menjadi penting mengingat kebakaran di lahan terbuka dapat dengan cepat menjalar ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kencang. Penanganan sejak awal juga dapat mencegah api merambat ke kawasan perkebunan, permukiman maupun lahan lainnya.
Dari peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan. Setelah proses pemadaman selesai, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali.
Polsek Tanete Riaja selanjutnya akan terus meningkatkan kegiatan sambang serta edukasi kepada masyarakat sebagai langkah preventif mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Upaya pencegahan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat. Dengan kewaspadaan bersama dan respons cepat ketika muncul titik api, potensi kebakaran yang lebih besar dapat diminimalkan.

Comment