BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya menjadi ruang untuk mengenang kelahiran Rasulullah. Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, mengajak masyarakat menjadikan setiap pesan keagamaan yang didengar sebagai bahan evaluasi diri dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Abustan saat mewakili Bupati Barru pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Yayasan Nur Ichsan Al Ikhlas di Pelataran Masjid Nur Ichsan, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, Kamis malam (3/9/2026).
Abustan mengatakan kehadiran masyarakat dalam kegiatan Maulid merupakan bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW yang patut disyukuri. Namun, kecintaan tersebut menurutnya tidak berhenti pada perayaan, melainkan harus terlihat melalui perubahan sikap, kepedulian dan perilaku dalam kehidupan.
Ia mengaku telah menghadiri sekitar 20 kegiatan Maulid. Dari berbagai ceramah yang didengarnya, Abustan mengajak jamaah mempertanyakan kembali sejauh mana pesan-pesan tersebut telah tertanam dan diamalkan.
“Yang perlu kita tanyakan kepada diri kita, dari sekian banyak ceramah yang kita dengarkan, mana yang sudah kita tanamkan dalam hati dan benar-benar kita jalankan dalam kehidupan?” ujarnya.
Menurutnya, Maulid Nabi Muhammad SAW seharusnya menjadi momentum memperkuat keimanan, kesabaran, rasa syukur, kepedulian dan semangat saling membantu.
Keteladanan Rasulullah dan Kepedulian kepada Sesama
Dalam sambutannya, Abustan mengangkat kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW yang dikisahkan tetap menunjukkan kasih sayang kepada seorang pengemis Yahudi yang buta, meskipun orang tersebut disebut kerap mencaci dan menghina Rasulullah.
Menurut Abustan, kisah tersebut menggambarkan pentingnya kasih sayang, kesabaran dan kepedulian terhadap sesama manusia. Nilai tersebut dinilai relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk ketika menghadapi perbedaan sikap dan pandangan.
Ia mengajak masyarakat membangun hubungan sosial yang lebih peduli, saling memahami dan saling membantu.
Pesan tersebut juga dikaitkan Abustan dengan kondisi masyarakat Barru yang tengah menghadapi musim kekeringan. Ia mengingatkan agar masyarakat tetap bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan bersabar ketika menghadapi ujian.
Pada saat yang sama, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu ditingkatkan. Abustan meminta masyarakat melakukan langkah-langkah sederhana di rumah, seperti memastikan kompor dalam kondisi aman, memperhatikan instalasi listrik dan menggunakan kabel yang berkualitas.
Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan petugas pemadam kebakaran memiliki keterbatasan, terutama ketika harus menangani kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau.
“Petugas kita bekerja dengan segala keterbatasan. Karena itu, mari kita saling membantu dan melakukan pencegahan agar musibah dapat diminimalkan,” katanya.
Bagi Abustan, kepedulian seperti itu merupakan bagian dari mengamalkan ajaran Rasulullah SAW. Keteladanan tidak hanya diwujudkan dalam ibadah personal, tetapi juga dalam tindakan nyata ketika lingkungan sekitar menghadapi persoalan.
“Melalui Maulid ini, mari kita kembali menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW yang istiqamah. Mari kita memperbaiki hubungan dengan sesama, saling memahami, saling menyayangi dan saling menolong,” ajaknya.
Ia kemudian mengingatkan jamaah agar tidak mudah terpengaruh oleh penilaian orang lain ketika melakukan kebaikan. Dengan mengambil pelajaran dari kisah Luqmanul Hakim, Abustan menyampaikan bahwa sebuah tindakan dapat memperoleh penilaian berbeda dari orang lain.
Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, ulama dan masyarakat dalam menjalankan peran masing-masing.
“Ulama, pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama. Tetapi yang paling utama adalah masyarakat harus bersatu,” tegasnya.
Abustan juga mengajak jamaah mendoakan Kabupaten Barru agar senantiasa diberikan keamanan, kedamaian dan kesejahteraan. Doa juga diharapkan terus dipanjatkan untuk para pemimpin dan seluruh pihak yang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Setiap selesai salat, mari kita panjatkan doa untuk Barru. Doakan agar daerah kita sejahtera, masyarakatnya damai dan kehidupan kita semua aman,” katanya.
Menutup sambutannya, Abustan mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi dan menghindari kebiasaan membicarakan kekurangan orang lain. Menurutnya, tidak ada manusia yang sempurna sehingga setiap persoalan lebih baik dihadapi dengan saling membantu dan memberikan solusi.
Ia pun meminta jamaah tidak sekadar datang, mendengar ceramah, kemudian pulang tanpa membawa perubahan.
“Dengarkan, ambil pelajarannya, kemudian laksanakan. Jangan hanya datang mendengar, tetapi pulang tanpa membawa perubahan. Ambil satu pesan yang baik, lalu amalkan dalam kehidupan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pembina Yayasan Nur Ichsan Al Ikhlas sekaligus Pendiri Zam Zam Center, H. Husain Saide, menyampaikan apresiasi kepada jamaah dan seluruh pihak yang berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan.
Husain Saide juga mengajak jamaah mendoakan para pemimpin daerah agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalankan amanah. Ia berharap hikmah Maulid yang disampaikan dapat menjadi pengingat untuk semakin meneladani Rasulullah Muhammad SAW.
Ia menilai keberhasilan pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut merupakan hasil kebersamaan dan gotong royong berbagai pihak. Setiap bentuk partisipasi diharapkan menjadi amal ibadah.
Sementara itu, Ustaz Nukman Besti dalam ceramahnya yang diselingi bahasa daerah dan kelakar khas mengajak jamaah memperbanyak selawat serta meneladani sifat Rasulullah SAW.
Ia juga menyampaikan keutamaan memperbanyak selawat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan dan kemakmuran masyarakat Kabupaten Barru.
Peringatan Maulid tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Barru, di antaranya Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Camat Barru, tokoh agama, tokoh masyarakat, pembina dan pengurus Yayasan Nur Ichsan Al Ikhlas, unsur TNI-Polri, majelis taklim, serta masyarakat Kelurahan Coppo dan sekitarnya.

Comment