BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Sebanyak 11 kepala desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Barru Tahun 2026 resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, didampingi Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, di Lantai 6 Mal Pelayanan Publik (MPP) Kantor Bupati Barru, Jumat (26/6/2026). Momentum tersebut menjadi awal pengabdian baru bagi para kepala desa untuk memimpin dan melayani masyarakat selama delapan tahun ke depan.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat disaksikan unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, para camat, tokoh masyarakat, keluarga kepala desa yang dilantik, hingga tamu undangan lainnya. Suasana haru juga menyelimuti kegiatan tersebut karena dari 12 kepala desa terpilih, hanya 11 yang dapat mengikuti pelantikan.
Amanah Delapan Tahun untuk Membangun Desa
Dalam sambutannya, Bupati Barru menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal menjalankan amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan dengan penuh integritas.
“Sumpah yang saudara-saudari ucapkan bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan janji luhur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kepada seluruh masyarakat desa yang harus dipertanggungjawabkan dengan kerja nyata, dedikasi, kejujuran, dan keikhlasan,” tegasnya.
Andi Ina mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Pilkades Serentak Kabupaten Barru 2026 yang digelar pada 25 Mei lalu di 12 desa. Menurutnya, seluruh tahapan berlangsung aman, tertib, damai, dan demokratis, bahkan menjadikan Kabupaten Barru sebagai daerah pertama yang berhasil menyelenggarakan Pilkades serentak pada tahun 2026.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengawal jalannya Pilkades, mulai dari Forkopimda, TNI-Polri, panitia pemilihan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga masyarakat yang bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada para kepala desa periode sebelumnya atas dedikasi mereka dalam membangun desa.
Kepada para kepala desa yang baru dilantik, Bupati mengingatkan bahwa kontestasi politik telah berakhir. Kini saatnya seluruh elemen masyarakat kembali bersatu untuk membangun desa tanpa sekat perbedaan pilihan.
“Masa pemilihan telah usai. Tidak ada lagi kubu A ataupun kubu B. Saatnya menyatukan langkah, merangkul seluruh masyarakat, dan bersama-sama membangun desa,” ujarnya.
Selain menjaga persatuan, Andi Ina menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan akuntabel. Ia meminta seluruh kepala desa mengelola Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Gunakan anggaran tersebut untuk kepentingan masyarakat. Hindari penyimpangan dan utamakan kepentingan warga desa,” pesannya.
Ia juga mendorong agar pemerintah desa menghadirkan pelayanan publik yang cepat, ramah, mudah diakses, dan dilandasi semangat melayani. Aparatur desa, menurutnya, harus terus meningkatkan kapasitas melalui pemahaman regulasi serta tertib administrasi pemerintahan.
Bupati menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia. Ia meminta seluruh kepala desa memastikan tidak ada lagi anak di desanya yang putus sekolah karena alasan ekonomi.
“Kepala desa harus menjadi pelopor dalam membangun generasi yang cerdas dan berdaya saing sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Tak hanya itu, Andi Ina juga mengajak seluruh pemerintah desa membudayakan Gerakan Rabu Bersih sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati memaparkan sejumlah prioritas pembangunan desa yang perlu menjadi perhatian para kepala desa, mulai dari pengentasan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan pangan, digitalisasi pelayanan desa, efisiensi penggunaan anggaran, hingga pengembangan desa wisata berbasis budaya dan sejarah.
Ia meminta pemerintah desa memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi, seperti rumah layak huni, akses air bersih, sanitasi, listrik, pendidikan, layanan kesehatan, serta penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran.
Khusus penanganan stunting, kepala desa diminta mengoptimalkan peran Posyandu dan mengalokasikan Dana Desa untuk mendukung pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sementara pada sektor ketahanan pangan, desa didorong memanfaatkan potensi pertanian, perkebunan, dan perikanan lokal, termasuk mengoptimalkan lahan pekarangan maupun lahan tidur agar produktivitas pangan terus meningkat.
Andi Ina juga menegaskan pentingnya transformasi digital di tingkat desa. Menurutnya, digitalisasi akan mempercepat pelayanan publik sekaligus membuka peluang pemasaran produk unggulan UMKM desa ke pasar yang lebih luas.
Pada kesempatan itu, Bupati turut memaparkan capaian pembangunan Kabupaten Barru. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barru meningkat dari 4,92 persen pada 2024 menjadi 5,16 persen pada 2025, bahkan berada di atas rata-rata nasional.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang harus terus dijaga hingga ke tingkat desa melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh kepala desa menjaga kepercayaan masyarakat serta terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Barru dalam mewujudkan pembangunan yang lebih maju.
“Kami ingin membawa Kabupaten Barru menjadi daerah yang berkeadilan, maju berkelanjutan, dan sejahtera lebih cepat. Saya bersama Bapak Wakil Bupati selalu terbuka untuk seluruh kepala desa. Jangan kecewakan kepercayaan masyarakat, karena membangun Barru dimulai dari desa,” pungkasnya.
Pelantikan kali ini menyisakan duka. Dari 12 kepala desa terpilih hasil Pilkades Serentak 2026, hanya 11 yang dilantik. Kepala Desa Jangan-Jangan terpilih tidak dapat mengikuti prosesi pelantikan karena telah berpulang ke rahmatullah pada hari pelantikan.
Usai acara, Bupati Barru menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya kepala desa terpilih tersebut. Ia mengajak seluruh hadirin mendoakan almarhum agar segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah tersebut.

Comment