BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Semangat membangun olahraga dari desa terus tumbuh di Kabupaten Barru. Salah satu buktinya terlihat di Desa Madello, Kecamatan Balusu, yang kini memiliki fasilitas olahraga yang mulai menjadi perhatian para pecinta sepak bola. Lapangan Asangkari Desa Madello kini telah dilengkapi lampu penerangan sehingga dapat digunakan untuk latihan maupun pertandingan dari sore hingga malam hari.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadikan Lapangan Asangkari sebagai lapangan sepak bola outdoor pertama dan hingga saat ini satu-satunya di Kabupaten Barru yang memungkinkan aktivitas sepak bola berlangsung pada malam hari. Kondisi ini membuat lapangan tersebut semakin ramai digunakan oleh masyarakat maupun tim-tim sepak bola dari berbagai daerah.
Di balik kondisi Lapangan Asangkari yang kini semakin representatif, terdapat proses panjang yang dilalui secara bertahap. Dukungan Pemerintah Desa Madello menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan fasilitas tersebut. Bersama para pemuda, pemerhati olahraga, dan masyarakat, berbagai pembenahan dilakukan mulai dari penimbunan dan perataan lapangan, pemasangan pagar jaring, hingga menghadirkan lampu penerangan yang kini menjadi kebanggaan warga.

Pengembangan Lapangan Asangkari tidak hanya ditujukan untuk menyediakan sarana olahraga yang layak bagi masyarakat. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan menjadi pusat aktivitas sosial yang mampu menghidupkan suasana desa, mempererat hubungan antarwarga, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sejak lapangan mulai ramai digunakan hingga malam hari, aktivitas masyarakat di sekitar kawasan lapangan ikut meningkat. Kehadiran pemain, ofisial tim, dan penonton dari berbagai desa bahkan luar Kecamatan Balusu memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi warga.
Bagi Pemerintah Desa Madello, Lapangan Asangkari bukan sekadar tempat bermain sepak bola. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang tumbuhnya kreativitas pemuda, pusat kegiatan masyarakat, sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan yang lahir dari aktivitas warga sendiri.
Dengan semakin hidupnya aktivitas olahraga pada sore hingga malam hari, Lapangan Asangkari perlahan menjelma menjadi salah satu pusat keramaian baru di Desa Madello. Harapannya, keberadaan lapangan ini dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi dunia olahraga, tetapi juga bagi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Gotong Royong Jadi Kunci Kemajuan
Keberhasilan menghadirkan fasilitas tersebut tidak lepas dari semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat, khususnya para pemuda dan pemerhati olahraga sepak bola di Desa Madello.
Kepala Desa Madello, Arman Rifai, mengatakan perkembangan Lapangan Asangkari merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendukung kegiatan positif masyarakat, terutama generasi muda.
“Alhamdulillah, apa yang menjadi harapan masyarakat sedikit demi sedikit bisa terwujud. Kami ingin Lapangan Asangkari tidak hanya menjadi tempat bermain sepak bola, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi muda agar lebih aktif dalam kegiatan positif,” ujar Arman Rifai.
Menurutnya, pembangunan fasilitas lapangan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan desa, dengan harapan ke depan dapat menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga masyarakat di Kecamatan Balusu.

Senada dengan itu, salah satu pemerhati dan pegiat olahraga Desa Madello, Adnan Sulaiman, menilai perkembangan Lapangan Asangkari merupakan hasil kolaborasi banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan olahraga desa.
“Kami bersyukur karena sekarang anak-anak dan pemuda tidak lagi terbatas berlatih pada sore hari. Dengan adanya lampu penerangan, aktivitas sepak bola bisa berlangsung lebih lama dan lebih teratur. Ini tentu menjadi modal penting untuk melahirkan pemain-pemain muda berbakat dari Desa Madello maupun Kabupaten Barru,” katanya.
Adnan berharap fasilitas yang ada saat ini terus dikembangkan sehingga Lapangan Asangkari dapat menjadi tuan rumah berbagai turnamen maupun agenda olahraga yang melibatkan desa-desa lain.
“Kalau fasilitas terus ditingkatkan dan semangat masyarakat tetap terjaga, saya optimistis Lapangan Asangkari bisa menjadi salah satu pusat aktivitas sepak bola desa yang diperhitungkan di Barru,” tambahnya.
Sementara itu, tokoh pemuda Desa Madello, Herianto Bakri, menyebut keberhasilan tersebut merupakan buah dari semangat kebersamaan yang selama ini terbangun di tengah masyarakat.
“Semua ini tidak terlepas dari kebersamaan masyarakat, khususnya para pemuda dan pecinta sepak bola di Desa Madello. Kami ingin lapangan ini menjadi tempat lahirnya bibit-bibit pemain muda sekaligus menjadi ruang berkumpul yang positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Herianto, keberadaan lampu penerangan memberikan dampak besar terhadap perkembangan olahraga di desa. Selain meningkatkan intensitas penggunaan lapangan, fasilitas tersebut juga menarik perhatian tim-tim dari luar daerah untuk datang bermain di Madello.
“Alhamdulillah sekarang hampir setiap malam ada aktivitas di lapangan. Banyak tim dari luar Balusu yang datang melakukan uji coba. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Madello,” katanya.

Sejak lampu penerangan terpasang, suasana Lapangan Asangkari memang berubah drastis. Hampir setiap malam, lapangan ini dipenuhi aktivitas olahraga. Sejumlah tim dari berbagai desa bahkan dari luar Kecamatan Balusu rutin datang untuk menggelar latihan bersama maupun pertandingan uji coba.
Sorotan lampu yang menerangi lapangan seolah menghidupkan kembali gairah sepak bola masyarakat. Anak-anak, remaja, hingga para pecinta sepak bola memiliki ruang yang lebih luas untuk beraktivitas dan mengembangkan bakat mereka.
Dengan statusnya sebagai lapangan sepak bola outdoor pertama yang memiliki fasilitas penerangan malam di Kabupaten Barru, Lapangan Asangkari kini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Desa Madello. Kehadirannya juga menjadi bukti bahwa pembangunan olahraga dapat dimulai dari desa, tumbuh dari semangat gotong royong, dan berkembang melalui kolaborasi masyarakat serta pemerintah desa.
Lebih dari sekadar lapangan sepak bola, Lapangan Asangkari menjadi simbol optimisme bahwa dari desa pun dapat lahir talenta-talenta muda yang kelak mengharumkan nama daerah. Di bawah cahaya lampu yang menerangi setiap sudut lapangan, masyarakat berharap semangat besar yang pernah diwariskan legenda sepak bola Indonesia, Ramang, dapat kembali tumbuh dan menginspirasi generasi muda Kabupaten Barru.

Comment