Safari Ramadan di Pujananting, Bupati Barru Paparkan Program Infrastruktur Jalan

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari memberikan sambutan saat Safari Ramadan di Masjid Nurul Anfaq Kecamatan Pujananting

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari memberikan sambutan saat Safari Ramadan di Masjid Nurul Anfaq Kecamatan Pujananting

BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari melaksanakan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Barru di Masjid Nurul Anfaq, Dusun Doi-Doi, Kelurahan Mattappawalie, Kecamatan Pujananting, Rabu malam (11/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian Safari Ramadan Pemkab Barru yang telah dilaksanakan di tujuh kecamatan di Kabupaten Barru selama bulan suci Ramadan tahun ini.

Dalam sambutannya, Bupati Barru menyampaikan rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk bersilaturahmi langsung dengan masyarakat di bulan Ramadan.

Ia mengatakan bahwa Safari Ramadan menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai program pembangunan daerah.

“Sebagai Bupati, saya sangat bersyukur bisa hadir di tengah-tengah masyarakat. Tidak setiap saat saya memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan bapak dan ibu sekalian, sehingga melalui Safari Ramadan ini saya berusaha menyapa dan bersilaturahmi secara langsung,” ujarnya.

BACA JUGA:
Pemkab Barru Respons Cepat Perbaiki Jalan Lawampang–Tompo Rusak Parah

Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas Pembangunan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari juga memaparkan sejumlah program pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan, khususnya di wilayah Kecamatan Pujananting.

Ia menyebutkan bahwa daerah tersebut termasuk beruntung karena mendapatkan alokasi pembangunan infrastruktur jalan dari pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah.

Beberapa ruas jalan yang akan dibangun antara lain Doi-Doi – Wanawaru, Punranga – Bulo-Bulo, serta Bacuapie – Panggalungan dengan total anggaran sekitar Rp55 miliar.

“Alhamdulillah Kecamatan Pujananting mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat melalui pembangunan beberapa ruas jalan tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA:
Dana IJD Rp50 Miliar Dorong Pembangunan Jalan Barru

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Barru juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memperbaiki ruas jalan yang sempat terputus akibat kerusakan.

Meski demikian, Bupati mengakui masih banyak ruas jalan di Kabupaten Barru yang membutuhkan perbaikan, sementara kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih terbatas.

“APBD kita sangat terbatas. Anggaran yang benar-benar bisa digunakan untuk pembangunan hanya sekitar Rp40 miliar. Karena itu kami terus berupaya mencari dukungan dari pemerintah pusat agar pembangunan di daerah tetap berjalan,” ungkapnya.

Selain sektor infrastruktur, Bupati juga menyoroti potensi pertanian dan perkebunan di wilayah Kecamatan Pujananting.

BACA JUGA:
Cegah Banjir, Pemkab Barru Benahi Drainase di Jalan Lanakka

Menurutnya, daerah dataran tinggi di kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sentra kopi robusta di Kabupaten Barru.

Ia berharap pengembangan komoditas kopi dapat menjadi salah satu sumber peningkatan ekonomi masyarakat di masa mendatang.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi kesepakatan terkait penertiban ternak agar tidak dilepasliarkan yang dapat merusak tanaman warga.

“Kita sudah menandatangani fakta integritas terkait penertiban ternak. Saya berharap ternak tidak lagi dilepas begitu saja karena bisa merusak tanaman masyarakat yang sudah diusahakan dengan kerja keras,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah melakukan berbagai langkah untuk mengendalikan inflasi, salah satunya melalui gerakan menanam cabai yang baru diluncurkan di lingkungan perkantoran pemerintah daerah.

Menurut Bupati, kenaikan harga cabai menjadi salah satu faktor penyumbang inflasi di Kabupaten Barru.

BACA JUGA:
Pemkab Barru Respons Cepat Perbaiki Jalan Lawampang–Tompo Rusak Parah

“Inflasi di Barru salah satunya dipicu oleh kenaikan harga cabai. Dari sekitar Rp25 ribu kini bisa mencapai Rp55 ribu per kilogram. Karena itu kita mendorong gerakan menanam cabai agar kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi dari produksi sendiri,” katanya.

Menutup sambutannya, Bupati Andi Ina mengajak masyarakat memanfaatkan momentum 10 malam terakhir Ramadan untuk memperbanyak ibadah dan doa, termasuk mendoakan agar pemerintah daerah dapat menjalankan amanah dengan baik.

“Mohon doakan saya dan Wakil Bupati agar selalu diberi kesehatan dan kekuatan menjalankan amanah ini. InsyaAllah kami berkomitmen membangun daerah ini dengan kebersamaan,” tutupnya.

Safari Ramadan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Ketua PMI Kabupaten Barru, Camat Pujananting, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah Masjid Nurul Anfaq yang mengikuti rangkaian kegiatan hingga pelaksanaan shalat tarawih berjamaah.

Comment