Bupati Barru Paparkan Kondisi Fiskal di Hadapan Komisi VI DPR RI

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyampaikan komitmen mendorong investasi berkelanjutan saat menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar.

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyampaikan komitmen mendorong investasi berkelanjutan saat menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar.

MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menegaskan bahwa investasi merupakan salah satu kunci penting untuk memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Barru sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat. Di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten Barru memilih mendorong investasi yang berkelanjutan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat maupun aturan tata ruang.

Penegasan itu disampaikan Andi Ina saat menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI yang membahas operasional industri semen di Sulawesi Selatan secara berkelanjutan serta moratorium pabrik semen, di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (10/7/2026).

Di hadapan anggota Komisi VI DPR RI, pemerintah provinsi, dan para pemangku kepentingan, Bupati Barru memaparkan kondisi riil yang dihadapi daerahnya sekaligus menjelaskan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Barru dalam mendorong investasi sebagai strategi memperkuat kemampuan fiskal daerah.

Fiskal Terbatas, Investasi Jadi Harapan

Dalam pemaparannya, Andi Ina mengungkapkan bahwa kondisi fiskal Kabupaten Barru masih sangat terbatas.

Dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp766 miliar, sebagian besar merupakan dana transfer dari pemerintah pusat yang penggunaannya telah ditentukan. Kondisi tersebut membuat ruang fiskal yang benar-benar dapat digunakan pemerintah daerah untuk membiayai program prioritas hanya berkisar Rp60 miliar.

Menurutnya, keterbatasan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan pembangunan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati juga menyinggung kondisi demografi Kabupaten Barru yang saat ini memiliki jumlah penduduk sekitar 196 ribu jiwa dengan keterwakilan 25 anggota DPRD.

Pemerintah Kabupaten Barru, kata dia, terus berupaya meningkatkan jumlah penduduk hingga mencapai 200 ribu jiwa. Namun, target tersebut tidak mudah diwujudkan karena masih minimnya lapangan pekerjaan di daerah.

Akibatnya, banyak warga usia produktif memilih meninggalkan kampung halaman untuk mencari pekerjaan di daerah lain.

“Anak-anak kami harus pergi merantau, jauh dari keluarga mereka hanya untuk mencari sesuap nasi. Bahkan di kampung orang mereka menjadi buruh dengan pendapatan yang belum tentu mencukupi kebutuhan hidup,” ungkapnya.

Bagi Andi Ina, kondisi tersebut menjadi alasan kuat mengapa investasi harus terus didorong di Kabupaten Barru.

Menurutnya, investasi bukan semata menghadirkan pembangunan fisik atau meningkatkan nilai ekonomi daerah, tetapi juga membuka kesempatan kerja sehingga masyarakat tidak lagi harus meninggalkan keluarga demi memperoleh penghasilan.

Ia menilai seluruh kepala daerah saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan kebijakan fiskal nasional, termasuk berkurangnya sejumlah alokasi anggaran dari pemerintah pusat.

Karena itu, daerah harus mampu membangun sumber-sumber pendapatan baru melalui iklim investasi yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Luruskan Isu Revisi RTRW Kabupaten Barru

Dalam forum tersebut, Andi Ina juga meluruskan berbagai isu yang berkembang mengenai revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Barru.

Ia menegaskan bahwa proses revisi RTRW sama sekali bukan dilakukan untuk mengakomodasi kepentingan investasi perusahaan tertentu.

Menurutnya, revisi tersebut merupakan bagian dari amanat perencanaan pembangunan daerah yang harus diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Salah satu substansi penting dalam proses itu adalah penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai langkah menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan pembangunan tetap berlangsung secara seimbang.

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Barru berkomitmen menjaga keseimbangan antara kebutuhan investasi, perlindungan lahan pertanian, serta keberlanjutan pembangunan daerah.

Mengakhiri penyampaiannya, Andi Ina kembali menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak berpihak kepada perusahaan mana pun.

Fokus utama Pemerintah Kabupaten Barru, katanya, adalah menghadirkan investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat kemampuan fiskal daerah agar pembangunan dapat berjalan lebih optimal.

“Bantu kami agar kami dapat memberikan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat Kabupaten Barru. Yang kami perjuangkan adalah kesempatan kerja dan masa depan masyarakat kami,” tutup Bupati.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa arah pembangunan Kabupaten Barru ke depan tidak hanya bertumpu pada besarnya investasi yang masuk, tetapi juga pada sejauh mana investasi tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian fiskal daerah secara berkelanjutan.

Comment