MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Proses penyusunan kepengurusan baru DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026–2031 mulai memasuki tahap krusial. Setelah Ilham Arief Sirajuddin (IAS) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel, perhatian kini mengarah pada perebutan posisi sekretaris yang disebut-sebut menjadi salah satu jabatan paling strategis dalam struktur partai.
Bursa calon sekretaris semakin dinamis setelah muncul dua nama baru, yakni Andi Iskandar Lathief dan Sittiara Kinang. Keduanya dikabarkan masuk dalam radar tim formatur yang dipimpin langsung oleh IAS untuk menyusun komposisi kepengurusan lima tahun ke depan.
Perombakan struktur pengurus pasca-Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel yang digelar pada 18 Juli 2026 memang menjadi agenda utama partai. Selain ketua, posisi sekretaris, bendahara, dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) dipandang memiliki peran sentral dalam menggerakkan roda organisasi sekaligus menyiapkan strategi menghadapi agenda politik mendatang.
Tim Formatur Masih Tampung Usulan Nama
Informasi yang berkembang menyebutkan, penentuan figur untuk tiga jabatan strategis tersebut tidak hanya menjadi kewenangan tim formatur di tingkat provinsi, tetapi juga akan mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Sebelumnya, sejumlah kader lebih dulu masuk dalam bursa calon sekretaris, di antaranya Rahman Pina, Armin Toputiri, Arfandi Idris, dan Patarai Amir. Kini, daftar itu bertambah dengan hadirnya Andi Iskandar Lathief atau yang akrab disapa Andi Icul serta Sittiara Kinang atau Ira.
Di internal partai, Andi Icul dinilai memiliki kemampuan membangun komunikasi lintas kelompok sehingga dianggap mampu menjadi perekat di tengah dinamika organisasi. Sementara Ira dipandang sebagai representasi kader perempuan yang dinilai dapat memperkuat citra Partai Golkar, sekaligus mendorong peningkatan elektabilitas partai di Sulawesi Selatan.
Menanggapi berkembangnya berbagai nama tersebut, IAS membenarkan bahwa seluruh kandidat masih akan dibahas secara bersama dalam rapat tim formatur sebelum keputusan diambil.
“Saat ini kami sedang menampung nama-nama yang diusulkan organisasi-organisasi dalam tubuh Golkar. Termasuk beberapa nama calon sekretaris yang saat ini sudah beredar, seperti Rahman Pina, Armin Toputiri, Arfandi Idris, Patarai Amir, serta dua tambahan lagi, Andi Icul dan Ira,” kata IAS, Sabtu (25/7/2026).
IAS menjelaskan, hingga kini tim formatur belum menggelar rapat final karena masih memberikan kesempatan kepada organisasi-organisasi di bawah naungan Partai Golkar untuk mengajukan usulan nama calon pengurus.
Menurut mantan Wali Kota Makassar dua periode itu, proses penjaringan menjadi tahapan penting agar komposisi kepengurusan yang terbentuk benar-benar mampu mengakomodasi berbagai unsur di dalam partai.
Tim formatur sendiri terdiri atas lima orang, yakni IAS sebagai ketua, Muhidin M Said yang mewakili DPP Partai Golkar, Ketua DPD II Golkar Bone Andi Fashar Padjalangi, Ketua DPD II Golkar Luwu Patahuddin, serta Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Sulawesi Selatan Salwa Mochtar.
Meski sejumlah nama terus bermunculan, IAS belum memberikan sinyal mengenai figur yang akan dipilih mendampinginya sebagai sekretaris DPD I Golkar Sulsel. Ia menegaskan seluruh proses masih berjalan sesuai mekanisme organisasi dan jadwal yang telah ditetapkan DPP Partai Golkar.
Menurut IAS, waktu satu bulan yang diberikan DPP dinilai cukup untuk menyelesaikan seluruh susunan kepengurusan sebelum diumumkan secara resmi kepada publik.
“Saya pikir waktu sebulan cukup untuk menyusun kepengurusan. Kita sekarang ini sedang mengumpulkan usulan nama-nama calon pengurus, kalau semua sudah siap, kita akan segera mengumumkannya,” ujarnya.
Sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan yang terpilih secara aklamasi dalam Musda beberapa hari lalu, IAS kini memegang peran penting dalam proses konsolidasi internal partai. Penyusunan struktur kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus menjadi fondasi menghadapi berbagai agenda politik di tingkat daerah maupun nasional dalam lima tahun mendatang

Comment