PAREPARE, LENSAMERDEKA.COM – Penutupan Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V Tahun 2026 di Lapangan Andi Makkasau, Kota Parepare, Minggu (30/8/2026), menjadi penanda berakhirnya rangkaian petualangan otomotif yang sebagian besar lintasannya berada di wilayah Kabupaten Barru.
Mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Sekretaris Daerah Kabupaten Barru Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., hadir dalam penutupan kegiatan tersebut. Bagi Pemkab Barru, Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V bukan sekadar event olahraga otomotif, tetapi juga membawa manfaat sosial sekaligus membuka ruang promosi pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Penutupan secara resmi dilakukan Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., M.H., M.Hum., mewakili Kapolda Sulsel.
Dalam sambutannya, Gidion menegaskan Bhayangkara Off Road Merdeka tidak hanya menjadi ajang olahraga dan petualangan. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah memperkuat solidaritas, kepedulian sosial, promosi wisata, serta menggerakkan ekonomi daerah dan UMKM.
Menurutnya, berakhirnya rangkaian kegiatan bukan berarti berhentinya semangat untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V 2026 telah usai, tetapi perjalanan petualangan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sedang dimulai,” katanya.
Lebih dari 50 Persen Titik Berada di Barru
Ketua IOF Pengda Sulsel Adi Rasyid Ali mengatakan, BOF Merdeka kini telah memasuki seri kelima dan terus dikembangkan melalui kolaborasi IOF Pengda Sulsel bersama Polda Sulsel.
Ia berharap kegiatan serupa dapat berkembang menjadi event offroad dengan skala lebih besar, termasuk membuka peluang menghadirkan kejuaraan nasional di Sulawesi Selatan.
Kabupaten Barru menjadi salah satu wilayah yang memiliki peran cukup besar dalam rangkaian Seri V. Sebagian besar perjalanan peserta berlangsung di wilayah Barru, dengan Lappa Laona, Kecamatan Tanete Riaja, menjadi salah satu titik utama sekaligus lokasi basecamp peserta.
Ditemui di lokasi kegiatan, Sekda Barru Andi Syarifuddin mengatakan Pemkab Barru bangga dapat menjadi bagian dari kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan Barru bukan hanya sebagai lokasi lintasan, tetapi menjadi bagian penting dari keseluruhan rangkaian perjalanan.
“Ya, tentu kita Pemkab Barru berbangga bahwa ini turut berkolaborasi. Bahkan di atas 50 persen titiknya itu ada di Barru, dan juga sebagai basecamp di Lappa Laona,” kata Andi Syarifuddin kepada Humas IKP Barru.
Menurutnya, kehadiran peserta di sejumlah wilayah Barru memberikan dampak positif yang lebih luas. Interaksi antara peserta dengan masyarakat menjadi salah satu hal yang terasa selama kegiatan berlangsung.
Antusiasme warga di sepanjang jalur yang dilalui peserta juga menunjukkan sambutan masyarakat terhadap kegiatan tersebut.
“Ini tentu banyak membawa manfaat—manfaat sosial, manfaat kebersamaan—dan ini disambut sangat baik oleh masyarakat kita. Buktinya, banyak sekali titik yang dilalui oleh offroad ini masyarakat kita menyiapkan ala kadarnya sebagai tuan rumah,” ujarnya.
Rangkaian Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V juga diisi dengan sejumlah kegiatan sosial. Di antaranya penyerahan bantuan sembako, kegiatan lingkungan melalui penanaman pohon, serta pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.
Berbagai agenda tersebut membuat kegiatan tidak berhenti pada aktivitas otomotif. Ada interaksi langsung dengan masyarakat sekaligus kegiatan yang menyentuh kebutuhan sosial dan lingkungan.
Lappa Laona Jadi Panggung Promosi Wisata Barru
Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga menjadi kesempatan bagi Kabupaten Barru untuk memperkenalkan potensi wisatanya.
Lappa Laona menjadi salah satu destinasi yang mendapat perhatian karena digunakan sebagai basecamp peserta. Peserta yang datang dari luar Barru, bahkan dari luar Sulawesi Selatan, memiliki kesempatan melihat dan merasakan langsung suasana kawasan wisata tersebut.
Andi Syarifuddin berharap pengalaman para peserta selama berada di Lappa Laona dapat menjadi promosi tersendiri ketika mereka kembali ke daerah masing-masing.
“Dan tentu juga ini seperti yang disampaikan tadi, ada manfaatnya juga untuk promosi wisata. Apalagi basecamp-nya di Lappa Laona yang kita harapkan ini salah satu yang menjadi primadona, bisa dipromosikan oleh para peserta offroad,” katanya.
Promosi melalui pengalaman langsung tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan destinasi wisata Barru. Peserta yang telah melihat langsung kawasan Lappa Laona berpotensi menceritakan pengalaman mereka kepada komunitas maupun masyarakat di daerah asal.
Bukan hanya pariwisata, aktivitas peserta di berbagai titik juga membuka peluang pergerakan ekonomi masyarakat. Kehadiran rombongan dan rangkaian kegiatan menjadi ruang bagi masyarakat di sepanjang jalur untuk ikut merasakan dampak kegiatan.
Melihat manfaat tersebut, Pemkab Barru berharap kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan serupa dapat terus dipertahankan dan dikembangkan.
Andi Syarifuddin menilai event seperti Bhayangkara Off Road Merdeka dapat menjadi ruang untuk mengembangkan olahraga otomotif sekaligus memperkuat promosi wisata dan aktivitas ekonomi daerah.
“Harapan kita ke depan ini masih bisa berkolaborasi dengan Pemkab Barru, sehingga manfaat-manfaat yang ada ini tetap bisa kita rasakan, terutama juga untuk menghidupkan olahraga off-road di Kabupaten Barru,” pungkasnya.
Sementara itu, penutupan BOF Merdeka Seri V di Parepare turut dihadiri Wali Kota Parepare, Ketua DPRD Parepare, unsur Forkopimda Parepare, Anggota DPR RI Andi Muzakkir Aqil, PJU Polda Sulsel, Wakil Bupati Sidrap, Kapolres Barru, Kapolres Sidrap, PJU Polres Parepare, Ketua IOF Cabang Parepare, para sponsor, peserta BOF Merdeka Seri V, serta undangan lainnya.

Comment