BARRU, LENSAMERDEKA.COM — Peserta Kolaborasi Kerja Nyata (KKN) GAPPEMBAR 2026 sukses menginisiasi program pengadaan alat filter air hujan sederhana untuk masyarakat di Dusun Pannikiang, Desa Madello, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru. Program ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan pemanfaatan air hujan sebagai sumber air bersih utama warga pulau setempat, Rabu (29/7/2026).
Masyarakat Pulau Pannikiang selama ini memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap air hujan untuk memenuhi kebutuhan domestik sehari-hari. Namun, air hujan yang ditampung secara langsung seringkali membawa material polutan yang cukup berbahaya bagi kesehatan, seperti karat seng, debu atap, sisa ranting pohon, kotoran hewan, serta bau yang kurang sedap.
Melihat kondisi tersebut, Peserta merancang alat filter berbasis Filtra-Gravitasi Fisik. Alat ini memanfaatkan potensi lokal pulau, seperti penggunaan batu karang mati yang telah dide-salinisasi (direndam air tawar) sebagai penyaring fisik, dikombinasikan dengan arang batok kelapa, pasir silika,Ijuk dan spons pemisah kotoran.
Meskipun dalam tahap awal ini jumlah alat yang diproduksi masih terbatas, yaitu sebanyak dua buah unit filter, program ini difokuskan sebagai proyek percontohan (pilot project) strategis di titik krusial penampungan warga.
Arifudin selaku Kordinator Pulau pada Kegiatan KKN GAPPEMBAR 2026 menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan memutus rantai kontaminasi sebelum air masuk ke tangki penyimpanan warga sekaligus menjadi media edukasi langsung.
“Air hujan di pulau ini adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Walaupun saat ini kami baru bisa menyediakan dua unit alat filter sebagai percontohan, kami berharap ini bisa menjadi cetak biru (blueprint) nyata yang mudah ditiru oleh warga pulau secara mandiri,” ujarnya.
Sistem filtrasi ini bekerja berlapis. Spons di bagian atas bertugas menahan ranting dan daun, lapisan pasir menyaring debu pekat, arang batok kelapa menetralisir bau dan polutan kimia, sementara batu karang lokal berfungsi menstabilkan tingkat keasaman (pH) air agar lebih netral dan layak pakai.
Melalui pilar Community Care dan Empowering Island, aksi nyata ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek selama masa KKN, tetapi juga menjadi pemantik edukasi bagi warga pulau agar terbiasa merawat dan mereplikasi alat filter ini di rumah masing-masing demi kesehatan keluarga yang lebih baik.

Comment