MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM – Di tengah derasnya informasi tentang program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mengajak masyarakat tidak mudah percaya pada kabar yang sumbernya tidak jelas. Ia menegaskan, koperasi yang tengah diperkuat pemerintah tersebut hadir untuk memperkuat ekonomi masyarakat, bukan mengambil ruang usaha warung desa maupun toko kelontong.
Penegasan itu disampaikan Andi Ina usai menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (4/8/2026). Seminar tersebut dibuka Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Barru, forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman mengenai arah kebijakan koperasi sekaligus memastikan implementasinya di tingkat desa dan kelurahan dapat berjalan sesuai tujuan.
Dalam arahannya, Zulkifli Hasan menekankan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar wadah berhimpunnya masyarakat. Koperasi dirancang sebagai infrastruktur ekonomi desa yang menghubungkan masyarakat dengan akses permodalan, pusat produksi, hingga berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan dan subsidi.
Koperasi juga diharapkan mampu memperkuat rantai pasok, meningkatkan nilai tambah hasil produksi masyarakat, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Dengan tata kelola yang baik, koperasi diharapkan menjadi salah satu pilar kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Bupati Barru: Koperasi Bukan untuk Matikan Usaha Masyarakat
Andi Ina mengatakan, Pemerintah Kabupaten Barru siap mengikuti sekaligus mengimplementasikan kebijakan pemerintah pusat terkait penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Kabupaten Barru siap mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kami meyakini koperasi yang dikelola secara profesional akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, membuka akses permodalan, memperluas pasar, serta meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Andi Ina.
Namun, di tengah proses implementasi program tersebut, Bupati Barru meminta masyarakat lebih cermat menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial.
Salah satu informasi yang menurutnya perlu diluruskan adalah kabar yang menyebut pemerintah akan menutup warung desa atau melarang toko kelontong beroperasi dalam radius tertentu dari koperasi.
Andi Ina menegaskan, informasi tersebut tidak benar atau hoaks.
“Masyarakat jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Mari kita bersama-sama mendukung program pemerintah dengan mencari informasi dari sumber-sumber resmi. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih hadir untuk memperkuat ekonomi rakyat, bukan mematikan usaha masyarakat,” tegasnya.
Menurut Andi Ina, keberadaan koperasi justru harus mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. Karena itu, pengelolaan koperasi perlu dilakukan secara profesional, transparan, dan tetap memperhatikan keberadaan pelaku usaha yang telah tumbuh di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, keberhasilan program Koperasi Merah Putih tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga pengurus koperasi dan masyarakat.
“Kolaborasi menjadi kunci. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Barru berkomitmen mengawal implementasi program ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” tambahnya.
Seminar nasional tersebut diikuti sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah. Hadir Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Laksamana TNI (Purn.) Dr. Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi.
Hadir pula anggota DPR RI, jajaran pimpinan BUMN, pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama kementerian/lembaga, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Selatan, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, kepala desa dan lurah, serta pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari berbagai kabupaten dan kota.
Bagi Kabupaten Barru, penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan diharapkan tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan. Lebih jauh, koperasi ditargetkan mampu menjadi penghubung antara potensi ekonomi masyarakat dengan akses permodalan, produksi, pasar, dan program pemerintah.
Pesan yang disampaikan Bupati Barru pun menjadi penting di tengah derasnya arus informasi digital. Masyarakat diharapkan memperoleh informasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari sumber resmi, sehingga tidak muncul kekhawatiran atau kesalahpahaman yang justru dapat menghambat tujuan program.
Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, Koperasi Merah Putih diharapkan dapat tumbuh sebagai kekuatan ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus berjalan berdampingan dengan pelaku usaha yang selama ini menjadi bagian dari denyut ekonomi masyarakat.

Comment