BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Pemerintah Kabupaten Barru terus mematangkan langkah pelaksanaan Program Ekonomi Berkecukupan sebagai salah satu strategi percepatan pengentasan kemiskinan. Program yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui usaha produktif ini ditargetkan mulai diluncurkan pada awal Agustus 2026 setelah seluruh tahapan persiapan dinyatakan rampung.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., saat mewakili Bupati Barru menghadiri Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Ekonomi Berkecukupan di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Barru, Senin (20/7/2026).
Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, para kepala perangkat daerah terkait, Ketua Baznas Kabupaten Barru, camat, lurah, kepala desa, penyuluh, hingga pendamping program. Pertemuan tersebut menjadi momentum menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan sebelum program dijalankan di lapangan.
Program Ekonomi Berkecukupan Dorong Kemandirian Masyarakat
Dalam arahannya, Abustan memberikan apresiasi terhadap proses verifikasi data calon penerima manfaat yang telah dilakukan hingga tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, validitas data menjadi fondasi utama agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Program ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Yang ingin kita ciptakan adalah sumber penghasilan yang berkelanjutan sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan,” kata Abustan.
Ia menjelaskan, Program Ekonomi Berkecukupan lahir dari pembahasan lintas perangkat daerah dengan mengadopsi berbagai praktik pemberdayaan ekonomi yang telah berhasil diterapkan di sejumlah daerah.
Program tersebut dikembangkan melalui konsep Integrated Farming System, yakni sistem yang mengintegrasikan sektor peternakan dan pertanian dalam satu paket usaha produktif untuk keluarga penerima manfaat.
Dalam skema yang disiapkan, setiap keluarga akan memperoleh bantuan berupa ayam kampung atau itik yang dipadukan dengan polybag berisi bibit tanaman produktif seperti cabai, tomat, terong, kangkung, dan berbagai jenis sayuran lainnya.
Melalui pola tersebut, masyarakat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri sekaligus memperoleh tambahan penghasilan dari penjualan telur, ternak maupun hasil pertanian.
Abustan menilai berbagai program bantuan sosial yang selama ini dijalankan pemerintah, seperti BPJS Kesehatan, bantuan pangan, hingga bantuan tunai, telah membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Namun menurutnya, upaya pengentasan kemiskinan harus diperkuat dengan program yang mampu menciptakan sumber pendapatan secara berkelanjutan.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah terlibat aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan program, mulai dari penyediaan bibit, pendampingan teknis kepada masyarakat, hingga membantu pemasaran hasil produksi dan melakukan evaluasi secara berkala.
Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, DPMPTSP, Baznas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta para penyuluh diharapkan bekerja secara terpadu agar pelaksanaan program berjalan sesuai target.
“Jadikan program ini sebagai pertaruhan kita bersama. Jangan hanya diluncurkan, tetapi harus benar-benar berhasil dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Kalau berhasil, ini bisa menjadi inovasi yang membanggakan Kabupaten Barru bahkan menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.
Selain menekankan pentingnya kolaborasi, Abustan juga meminta seluruh pihak memperhatikan dokumentasi, pengukuran capaian, serta evaluasi berkelanjutan. Hal tersebut dinilai penting agar dampak program dapat diukur secara objektif, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga, penurunan angka kemiskinan ekstrem, hingga kontribusinya terhadap percepatan penurunan stunting.
Menutup arahannya, Wakil Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintah bekerja dengan semangat yang sama dalam melayani masyarakat dan memastikan program benar-benar memberikan manfaat nyata.
“Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk mandiri dan sejahtera melalui usaha produktif yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Barru menargetkan Program Ekonomi Berkecukupan resmi diluncurkan pada awal Agustus 2026 setelah seluruh persiapan teknis dan verifikasi penerima manfaat selesai. Program ini diharapkan menjadi salah satu inovasi unggulan Pemerintah Kabupaten Barru dalam mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional menuju masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.

Comment