Tingkatkan Daya Saing Alumni, Tim PKM Bekali 20 Alumni Teknik Sipil dengan Kompetensi Civil 3D

MAKASSAR, LENSAMERDEKA.COM — Transformasi digital di dunia konstruksi semakin menuntut tenaga profesional teknik sipil memiliki kompetensi dalam penggunaan teknologi perencanaan infrastruktur. Menjawab kebutuhan tersebut, tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026 melaksanakan kegiatan “Pendampingan Implementasi Civil 3D dalam Perencanaan Jalan dan Drainase untuk Meningkatkan Daya Saing Alumni Teknik Sipil.”

Kegiatan ini diikuti oleh 20 alumni Teknik Sipil dengan menggandeng Kerukunan Keluarga Teknik Sipil dan Perencanaan (KKTSP) sebagai mitra. Program dipimpin oleh Ir. Furqan Ali Yusuf, S.Pd., M.Eng., IPM. selaku ketua tim, bersama anggota Ir. Moeh Kay Muddin Asnur, S.Pd., M.T. dan Ir. Iriandy, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan alumni terhadap peningkatan kompetensi teknis, khususnya dalam pemanfaatan Autodesk Civil 3D untuk mendukung perencanaan infrastruktur secara digital. Dalam proposal kegiatan, permasalahan yang menjadi perhatian antara lain keterbatasan penguasaan perangkat lunak perencanaan infrastruktur, terbatasnya akses pelatihan teknis setelah lulus, serta adanya kesenjangan antara kompetensi alumni dengan tuntutan dunia kerja yang semakin berbasis teknologi digital.

Belajar Civil 3D Secara Langsung

Berbeda dengan pelatihan yang hanya berorientasi pada penyampaian teori, kegiatan PKM ini mengedepankan pendekatan practice-based learning. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai konsep Civil 3D, tetapi juga diarahkan untuk melakukan praktik secara langsung.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan konsep perencanaan infrastruktur berbasis digital, pengenalan fitur Civil 3D, pengolahan data topografi dan pembuatan surface model, perencanaan horizontal alignment, vertical alignment, pembuatan corridor jalan, perhitungan volume pekerjaan tanah, hingga pembuatan gambar teknis hasil perencanaan.

BACA JUGA :  PGRI Kabupaten Barru Gelar Rapat Perdana Pengurus 2025–2030

Dalam praktiknya, peserta diberikan data topografi sederhana sebagai studi kasus. Data tersebut kemudian diolah menggunakan Civil 3D untuk menghasilkan model surface, merancang trase jalan, membuat profil memanjang dan penampang melintang, serta melakukan analisis volume pekerjaan tanah.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta terlihat aktif mengikuti materi, melakukan praktik menggunakan perangkat komputer, serta berdiskusi dengan tim pendamping ketika menghadapi kendala teknis dalam proses pemodelan dan perencanaan.

KKTSP: Pelatihan Sangat Relevan dengan Kebutuhan Alumni

Mewakili KKTSP, Wakil Ketua KKTSP, Ir. Muhammad Arifin, S.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan alumni Teknik Sipil dan Perencanaan saat ini. Perkembangan dunia konstruksi semakin mengarah pada pemanfaatan teknologi digital, sehingga alumni tidak cukup hanya memiliki kemampuan teoritis, tetapi juga perlu menguasai perangkat lunak yang digunakan dalam praktik profesional.”

Menurutnya, pendampingan Civil 3D memberikan kesempatan kepada alumni untuk memperbarui dan mengembangkan kompetensi yang telah diperoleh selama masa pendidikan.

“Kami melihat kegiatan ini bukan hanya sebagai pelatihan penggunaan software, tetapi sebagai upaya untuk meningkatkan kesiapan alumni menghadapi dunia kerja. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan dengan materi yang lebih luas sesuai perkembangan teknologi konstruksi,” tambahnya.

BACA JUGA :  Bupati Barru Buka Turnamen Mini Soccer Antar SD se-Tanete Riaja

Ia juga mengapresiasi keterlibatan KKTSP sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut.

“KKTSP tentu sangat mendukung kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada alumni. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi alumni seperti ini sangat penting agar hubungan antara kampus dan alumni tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi terus berkembang dalam bentuk peningkatan kompetensi dan pengembangan profesional.”

Dari Alumni untuk Dunia Kerja

Program ini menargetkan peningkatan kemampuan peserta dalam melakukan perencanaan infrastruktur berbasis digital. Salah satu indikator keberhasilan yang ditetapkan dalam proposal adalah minimal 70 persen peserta mampu menyelesaikan latihan perencanaan jalan sederhana menggunakan Civil 3D, disertai peningkatan hasil post-test dibandingkan pre-test.

Selain pelatihan, peserta juga memperoleh pendampingan teknis melalui diskusi, konsultasi, dan pembahasan latihan perencanaan. Tim pengabdian menyiapkan modul Civil 3D yang dapat digunakan peserta sebagai bahan pembelajaran mandiri setelah kegiatan berakhir.

Bagi Ketua Tim PKM, Ir. Furqan Ali Yusuf, S.Pd., M.Eng., IPM., kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi untuk menjembatani kebutuhan kompetensi alumni dengan perkembangan teknologi di industri konstruksi.

“Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat yang benar-benar dapat dirasakan oleh alumni. Penguasaan Civil 3D bukan hanya tentang mampu menggunakan sebuah perangkat lunak, tetapi bagaimana alumni dapat memahami alur perencanaan infrastruktur secara digital dan kemudian menerapkannya dalam pekerjaan profesional.”

BACA JUGA :  Pemkab Barru Jalin Kerja Sama dengan STIA LAN Makassar

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem pembelajaran berkelanjutan bagi alumni Teknik Sipil dan Perencanaan.

“Kami berharap setelah kegiatan ini peserta tidak berhenti belajar. Modul, pengalaman praktik, dan forum komunikasi yang dibangun dapat menjadi modal untuk terus mengembangkan kompetensi, sehingga alumni semakin adaptif terhadap perubahan teknologi dan memiliki daya saing yang lebih kuat di dunia kerja.”

Membangun Kompetensi yang Berkelanjutan

Tim PKM juga telah merancang keberlanjutan program melalui penyediaan modul pelatihan, pembentukan forum komunikasi antara peserta dengan tim pengabdian, serta peluang pelaksanaan pelatihan lanjutan dengan materi yang lebih kompleks.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan satu kali, tetapi menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi profesional alumni secara berkelanjutan.

Kehadiran 20 alumni sebagai peserta, dukungan KKTSP sebagai mitra, serta keterlibatan tim dosen dalam proses pelatihan dan pendampingan menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan alumni dalam menghadapi transformasi digital industri konstruksi.

Pada akhirnya, kegiatan PKM ini membawa pesan bahwa daya saing alumni tidak hanya dibangun melalui ijazah dan pengalaman kerja, tetapi juga melalui kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan menguasai teknologi yang berkembang di dunia profesional.

Dari kampus, untuk alumni. Dari kompetensi, menuju profesionalisme. Dan dari teknologi, menuju daya saing Teknik Sipil di era digital.

Comment