BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Potensi besar sektor budidaya perikanan di Kabupaten Barru kembali ditunjukkan melalui panen udang vaname dan ikan nila yang digelar di tambak Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan) Berlian, Labukkang, Kelurahan Palanro, Kecamatan Mallusetasi, Senin (22/6/2026). Panen yang menghasilkan nilai ekonomi hingga ratusan juta rupiah itu mendapat perhatian langsung dari Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama Wakil Bupati Abustan A. Bintang.
Kehadiran pimpinan daerah di lokasi tambak milik H. Nahnu dan Hj. Marwah menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Barru terhadap pengembangan sektor perikanan budidaya yang dinilai mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.
Suasana panen berlangsung hangat sejak rombongan tiba di kawasan tambak. Bupati Andi Ina dan Wakil Bupati Abustan berjalan kaki sekitar setengah kilometer menuju lokasi budidaya sebelum ikut menarik pukat untuk memanen udang vaname bersama para pekerja dan warga setempat. Tawa dan obrolan ringan mewarnai kegiatan tersebut, menciptakan suasana akrab yang memperlihatkan kedekatan pemerintah dengan masyarakat.
Panen Bernilai Ratusan Juta Rupiah
Setelah proses panen selesai, Bupati dan Wakil Bupati meninjau tahapan pemilahan udang sebelum dikemas dan dipasarkan. Aktivitas itu memperlihatkan bagaimana pengelolaan tambak dilakukan secara terorganisasi, mulai dari proses budidaya hingga distribusi hasil panen, sekaligus melibatkan tenaga kerja dari lingkungan sekitar.
Di sela peninjauan, Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang memaparkan capaian produksi tambak tersebut kepada Bupati.
“Luas tambak sekitar 2,5 hektare, dengan hasil panen mencapai 4,3 ton. Dengan harga Rp63 ribu per kilogram di tingkat lapangan, totalnya sekitar Rp270 juta dalam satu siklus,” ungkap Wakil Bupati saat mendampingi Bupati meninjau pemilahan udang vaname.
Ia menjelaskan, masa budidaya udang vaname hanya berlangsung sekitar 2,5 bulan dengan kebutuhan modal sekitar Rp120 juta. Dari perhitungan tersebut, keuntungan yang diperoleh diperkirakan mencapai kurang lebih Rp150 juta dalam setiap siklus panen.
Mendengar capaian tersebut, Bupati Andi Ina menilai budidaya udang vaname menjadi salah satu sektor usaha yang memiliki prospek sangat menjanjikan apabila dikelola secara profesional.
“Ini menunjukkan bahwa usaha perikanan, khususnya udang vaname, sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik,” ujar Bupati Andi Ina.
Namun demikian, menurutnya keberhasilan usaha tidak semata diukur dari besarnya keuntungan. Pengelolaan tambak juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat sekitar, serta mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkesinambungan bagi para pelaku usaha dan warga di sekitarnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menunaikan zakat dari hasil usaha sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual yang diyakini dapat menghadirkan keberkahan dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Keberhasilan tambak milik H. Nahnu dan Hj. Marwah, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus motivasi bagi masyarakat Barru untuk mengembangkan sektor budidaya perikanan secara lebih serius. Potensi sumber daya yang dimiliki Kabupaten Barru dinilai sangat besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru, H. Muhammad Ushuluddin, S.T., M.Si., didampingi Sekretaris Dinas Fauziah, S.P., M.Si., mengungkapkan bahwa luas tambak di Kabupaten Barru saat ini mencapai 2.534 hektare dengan total produksi udang vaname sebanyak 4.464 ton.
Selain udang vaname, budidaya ikan nila juga menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Khusus di tambak H. Nahnu dan Hj. Marwah, terdapat sekitar 24 ribu ekor bibit ikan nila yang dibudidayakan pada lahan seluas 0,5 hektare dengan produksi mencapai 3,5 ton. Harga jual di tingkat panen berkisar Rp29.000 per kilogram.
Menurut Muhammad Ushuluddin, komoditas ikan nila kini memiliki prospek pasar yang semakin terbuka, bahkan telah menjadi salah satu komoditas ekspor. Kondisi tersebut menjadikan budidaya ikan nila, baik melalui sistem tambak air payau (nila salin) maupun kolam bioflok (nila tawar), sebagai peluang usaha yang layak terus dikembangkan.
Melalui keberhasilan panen ini, Pemerintah Kabupaten Barru berharap sektor perikanan budidaya Barru mampu menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah. Selain meningkatkan pendapatan pelaku usaha, pengembangan budidaya udang vaname dan ikan nila juga diyakini dapat memperluas kesempatan kerja, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta mendorong lahirnya sentra-sentra perikanan yang lebih produktif dan berdaya saing.
Kegiatan panen tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Asisten II Setda Barru, Kepala Dinas Perikanan beserta jajaran, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Camat Mallusetasi, Pimpinan Baznas Barru, Lurah Palanro, Kepala Desa Cilellang, Penyuluh Perikanan Kecamatan Mallusetasi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, keluarga besar H. Nahnu dan Hj. Marwah, serta masyarakat sekitar.

Comment