BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Empat penumpang kapal tradisional jenis jolloro yang sempat dilaporkan hilang di perairan Selat Makassar akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah terombang-ambing di laut selama kurang lebih dua hari akibat kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin.
Keempat korban ditemukan oleh nelayan Barru di perairan Kabupaten Barru, kemudian dievakuasi ke pesisir Sumpang Binangae, Rabu (22/7/2026).

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar menerima laporan dari keluarga korban terkait sebuah kapal jolloro yang belum tiba di tujuan setelah melakukan pelayaran. Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pangkep dan mengerahkan Tim Rescue menggunakan Rescue Boat (RB) 212 untuk melakukan operasi pencarian.
Dalam proses pencarian, Basarnas juga menyampaikan informasi kepada berbagai pihak, termasuk masyarakat pesisir, karena berdasarkan hasil perhitungan arus laut dan arah angin, objek pencarian diperkirakan mengarah ke wilayah perairan Kabupaten Barru.
Berangkat Hadiri Hajatan Keluarga
TRC Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Barru, Hardawan, menjelaskan para korban berangkat dari Pelabuhan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, pada Senin (20/7/2026). Mereka hendak menuju Pulau Papandangan untuk menghadiri acara hajatan keluarga.
Namun, di tengah perjalanan mesin kapal mendadak mengalami kerusakan sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran dan hanyut terbawa arus.
“Korban mau ke pulau untuk menghadiri acara hajatan keluarga. Di tengah perjalanan mesin kapal mati sehingga mereka terombang-ambing di laut selama dua hari,” ujar Hardawan.
Selama dua hari, kapal bersama seluruh penumpangnya terus hanyut mengikuti arus hingga memasuki wilayah perairan Barru.
Beruntung, keberadaan mereka diketahui oleh nelayan Barru yang sedang melaut. Tanpa menunggu lama, para nelayan memberikan pertolongan dan membawa seluruh korban menuju Sumpang Binangae.
Adapun empat korban yang berhasil diselamatkan masing-masing bernama Cyndia, Tenri (24), Adam, dan Aldi (21).
Seluruh korban dilaporkan selamat dan telah dievakuasi ke daratan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Keberhasilan penyelamatan tersebut menjadi kabar melegakan bagi keluarga korban sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara Basarnas, BPBD, nelayan, dan masyarakat pesisir dalam operasi pencarian dan pertolongan di laut.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut agar selalu memastikan kondisi kapal dalam keadaan laik berlayar, membawa perlengkapan keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut.

Comment