BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Gerak jalan hari kedua dalam rangka HUT RI ke-81 Kabupaten Barru berlangsung meriah, Selasa (11/8/2026). Sebanyak 64 tim dari kalangan siswa SMA/SMK, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga organisasi masyarakat (ormas) turun ke jalan, membawa suasana kemerdekaan yang riuh sekaligus hangat.
Bukan sekadar parade barisan, ruas jalan yang dilalui peserta berubah menjadi ruang perjumpaan warga. Tepuk tangan, sorakan, gelak tawa, hingga berbagai atraksi spontan peserta mewarnai perjalanan dari Anjungan Pantai Sumpang Binangae menuju halaman Kantor Bupati Barru.
Sejak rombongan pertama bergerak dari garis start, warga sudah memadati sejumlah titik di sepanjang rute. Mereka berdiri di pinggir jalan, menyaksikan peserta melintas dengan berbagai gaya dan kreativitas.
Sesampainya di garis finis, kemeriahan justru semakin terasa. Kekompakan barisan dan atraksi peserta beberapa kali mengundang tawa sekaligus tepuk tangan penonton.
Bupati Barru Turun dari Panggung, Traktir Peserta Es Krim
Di panggung kehormatan, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Barru, serta para pimpinan OPD secara bergantian menerima dan menyapa rombongan peserta yang tiba di halaman Kantor Bupati.
Namun, Andi Ina tidak memilih untuk hanya menyaksikan kemeriahan dari atas panggung. Beberapa kali Bupati turun dan berbaur langsung dengan peserta.
Ia melayani ajakan swafoto, menyapa, bercanda, memberikan tepuk tangan, hingga mengapresiasi peserta yang dinilai tampil menarik. Suasana yang awalnya formal di sekitar panggung pun berubah lebih cair.
Bagi sejumlah peserta, kesempatan bertemu langsung dengan Bupati dalam suasana santai menjadi pengalaman tersendiri. Mereka tidak hanya berhasil menyelesaikan rute gerak jalan, tetapi juga mendapat kesempatan berinteraksi dengan orang nomor satu di Kabupaten Barru.
Ada satu momen sederhana yang kemudian mencuri perhatian.
Andi Ina bahkan mentraktir es krim sejumlah peserta yang menurutnya tampil bagus dan berhasil menghibur. Nilainya mungkin tidak seberapa, tetapi perhatian kecil itu membuat peserta terlihat sumringah.
Tawa dan sorak pun kembali pecah di sekitar panggung. Peserta yang menerima es krim tampak gembira, sementara teman-temannya ikut memberikan respons dengan riuh.
Sesekali, Andi Ina juga terlihat memberikan respons spontan terhadap penampilan peserta. Ia tertawa, bertepuk tangan, mengacungkan jempol, hingga memberikan semangat kepada barisan yang datang.
Tidak ada sekat yang terasa antara panggung kehormatan dan peserta. Pemerintah dan masyarakat larut dalam suasana perayaan kemerdekaan yang sederhana, tetapi penuh keakraban.
Kegiatan gerak jalan HUT RI ke-81 Barru hari kedua ini diikuti 64 tim. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari pelajar SMA/SMK, OPD, hingga organisasi masyarakat.
Mereka mengambil titik start di Anjungan Pantai Sumpang Binangae dan menempuh rute hingga finis di halaman Kantor Bupati Barru.
Kehadiran masyarakat yang menyaksikan dari pinggir jalan turut membuat kegiatan terasa seperti pesta rakyat. Setiap barisan memiliki cara sendiri untuk mencuri perhatian, baik melalui formasi, gaya berjalan, maupun atraksi spontan.
Bagi Andi Ina, kemeriahan tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai siapa yang akan menjadi pemenang. Lebih penting dari itu, gerak jalan menjadi ruang untuk menghadirkan kegembiraan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Gerak jalan ini memang setiap tahun selalu dinanti. Yang paling penting adalah kebersamaan dan kegembiraan dalam merayakan kemerdekaan,” ujar Andi Ina.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat selama kegiatan dapat terus terjaga dan menjadi energi positif bagi masyarakat Barru.
Gerak jalan akhirnya bukan hanya tentang langkah yang bergerak dari satu titik menuju titik lainnya. Di sepanjang jalan, ada warga yang memberi semangat, peserta yang tertawa, pemerintah yang ikut berbaur, serta berbagai momen spontan yang membuat suasana semakin hidup.
Dan hari itu, kemerdekaan terasa begitu dekat.
Ia hadir dalam derap langkah peserta, tepuk tangan warga, yel-yel yang menggema, tawa yang pecah di sekitar panggung, hingga sebungkus es krim yang diberikan sebagai bentuk apresiasi.
Sebuah perayaan yang sederhana, tetapi mampu menghadirkan kebahagiaan nyata bagi mereka yang mengikutinya.

Comment