BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Suasana khidmat terasa di Bola Sobae, Kelurahan Tuwung, Kecamatan Barru, Sabtu (15/8/2026), saat Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., bersama Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menghadiri peresmian Karantina Paskibraka Kabupaten Barru.
Karantina tersebut menjadi tahapan penting bagi para calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan mengemban tugas pada upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Para calon Paskibraka yang telah melewati serangkaian seleksi dan latihan kini memasuki masa persiapan terakhir. Di tempat karantina, mereka dituntut menjaga kondisi fisik, mental, disiplin, serta kekompakan sebelum menjalankan tugas yang menjadi salah satu bagian penting dalam upacara kemerdekaan tingkat Kabupaten Barru.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Barru.
Wabup Barru: Kalian Adalah Putra-Putri Terbaik
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Andi Ina memberikan amanah kepada Wakil Bupati Abustan untuk menyampaikan arahan sekaligus motivasi kepada para calon Paskibraka.
Di hadapan para peserta, Abustan mengingatkan bahwa mereka bukan sekadar peserta kegiatan seremonial. Mereka merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Barru yang telah melalui proses panjang sebelum dipercaya mengemban tugas tersebut.
“Anak-anakku sekalian adalah putra-putri terbaik yang telah melalui proses seleksi, mulai dari seleksi administrasi, fisik dan berbagai tahapan lainnya. Kalian adalah orang-orang pilihan,” ujarnya.
Menurut Abustan, proses seleksi dan latihan yang telah dijalani selama kurang lebih dua bulan merupakan bagian dari pembentukan kesiapan para anggota Paskibraka. Namun, seluruh proses tersebut pada akhirnya akan diuji ketika mereka menjalankan tugas pada 17 Agustus.
Ia pun meminta peserta menanamkan dalam diri bahwa tugas tersebut merupakan amanah negara yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
“Keberhasilan kalian bukan hanya diukur dari latihan yang telah dilakukan, tetapi akan terlihat pada saat melaksanakan tugas pada Detik-Detik Proklamasi. Karena itu, tanamkan dalam diri bahwa ini adalah tugas negara dan tanggung jawab kepada negara,” pesannya.
Bagi anggota Paskibraka, momentum pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih bukan sekadar rangkaian gerakan yang harus dilakukan secara serempak. Setiap langkah, sikap, dan gerakan membutuhkan konsentrasi serta kedisiplinan.
Karena itu, Abustan meminta seluruh peserta tetap mengikuti arahan para pembina dan pelatih. Ketegasan selama proses latihan, menurutnya, merupakan bagian dari pembentukan karakter agar para anggota Paskibraka semakin disiplin dan bertanggung jawab.
Selain kesiapan teknis, kondisi kesehatan juga menjadi perhatian. Para peserta diminta mengatur waktu istirahat, menjaga asupan nutrisi dan vitamin, serta tidak mengabaikan kebutuhan tubuh selama menjalani karantina.
Abustan juga mengingatkan pentingnya menjaga ibadah dan doa selama masa persiapan.
“Mulai hari ini, jaga kesehatan, ikuti arahan para pembina dan pelatih. Jangan lepaskan doa dan tetap bersyukur. Shalat lima waktu juga harus dijaga,” pesannya.
Fokus Selama Karantina
Masa karantina juga diharapkan menjadi ruang bagi para calon Paskibraka untuk semakin memantapkan konsentrasi. Salah satu hal yang diminta untuk dibatasi adalah penggunaan telepon seluler.
Abustan meminta peserta tidak terlalu banyak menggunakan telepon seluler selama berada di tempat karantina. Tujuannya agar mereka dapat lebih fokus beristirahat, menjaga kondisi fisik, serta mempersiapkan diri menghadapi tugas yang sudah menanti.
Di balik persiapan tersebut, ada harapan besar dari keluarga dan masyarakat Kabupaten Barru. Para calon Paskibraka diharapkan mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya sekaligus memberikan kebanggaan kepada orang tua dan keluarga.
“Jadikan orang tua kalian bangga. Kalian sudah bekerja keras selama ini. Mudah-mudahan seluruh rangkaian latihan dan persiapan ini menjadi bekal untuk menjalankan tugas dengan baik,” tuturnya.
Abustan kemudian kembali membakar semangat para calon Paskibraka. Ia meminta mereka menjaga kekompakan hingga tugas selesai dan menunjukkan kemampuan terbaik ketika berada di lapangan upacara.
“Selamat sekali lagi kepada anak-anakku sekalian yang telah menjadi bagian dari putra-putri terbaik Kabupaten Barru. Jalankan tugas dengan baik, karena ini adalah tugas negara dan tanggung jawab kepada negara,” pungkasnya.
Peresmian karantina tersebut menjadi penanda bahwa persiapan menuju upacara Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026 telah memasuki tahap akhir.
Bagi para calon Paskibraka, beberapa hari ke depan bukan lagi sekadar tentang latihan. Ada tanggung jawab yang harus ditunaikan dan kepercayaan yang harus dijaga. Di balik seragam yang nantinya mereka kenakan, terdapat amanah untuk mengibarkan Sang Merah Putih di hadapan masyarakat Kabupaten Barru pada momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Comment