BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Deru kendaraan off road membawa ratusan peserta menjelajahi sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Namun, bagi Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, perjalanan Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V Tahun 2026 juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan wajah lain Barru: alam Lappa Laona yang sejuk, luas, dan menawarkan sensasi wisata pegunungan.
Di hadapan Dirlantas Polda Sulsel, Ketua Pengurus Daerah Indonesia Off-Road Federation (IOF) Sulsel, para offroader dari berbagai daerah, serta masyarakat Barru, Andi Ina mengajak peserta tidak sekadar melintasi Barru. Ia ingin mereka berhenti sejenak, menikmati alam, sekaligus membawa cerita tentang destinasi wisata daerah itu ketika kembali ke daerah masing-masing.
“Jangan hanya singgah di Barru saja, tetapi singgahlah menikmati alamnya, nikmatilah wisatanya,” kata Andi Ina dalam sambutannya pada Malam Ramah Tamah Bhayangkara Off Road Merdeka Seri V di Lappa Laona, Kecamatan Tanete Riaja, Jumat (28/8/2026).
Menurut Andi Ina, Lappa Laona merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Barru. Kawasan tersebut menawarkan panorama alam pegunungan, udara yang sejuk, serta hamparan yang menyerupai padang savana.
Bagi para offroader yang datang dari berbagai daerah, pengalaman menikmati Lappa Laona diharapkan tidak berhenti ketika rombongan meninggalkan lokasi. Justru, pengalaman tersebut diharapkan menjadi cerita yang kemudian ikut memperkenalkan Barru kepada masyarakat di luar daerah.
“Mudah-mudahan Lappa Laona ini memberikan kesan kepada semua peserta offroader bahwa ada di Kabupaten Barru satu tempat yang indah, yang bisa didatangi,” ujarnya.
Dari “Singgah di Barru” hingga Pergerakan Ekonomi
Andi Ina bahkan menawarkan Lappa Laona bagi masyarakat yang ingin mencari suasana dingin tanpa harus bepergian terlalu jauh. Ia membandingkan pengalaman tersebut dengan kawasan wisata Malino yang selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata pegunungan di Sulawesi Selatan.
“Kalau hanya mau cari dinginnya, datanglah ke sini. Tidak usah jauh-jauh ke Malino,” katanya.
Ajakan tersebut sejalan dengan upaya Pemkab Barru menghidupkan tagline daerah, “Singgah di Barru”. Bagi pemerintah daerah, singgah bukan sekadar berhenti dalam perjalanan, melainkan menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal destinasi, menikmati suasana, sekaligus berinteraksi dengan masyarakat lokal.
Andi Ina berharap semakin banyak wisatawan yang datang ke Barru, semakin besar pula manfaat ekonomi yang bergerak di tengah masyarakat. Salah satu kelompok yang diharapkan merasakan dampaknya adalah pelaku UMKM.
“Kami harapkan kedatangan para wisatawan lokal memberikan kebahagiaan untuk masyarakat kami, khususnya mereka yang ada di sini,” tuturnya.
Dalam pelaksanaan Bhayangkara Off Road 2026, Pemerintah Kabupaten Barru juga menghadirkan UMKM lokal di sekitar kegiatan. Kehadiran ratusan peserta dan rombongan dinilai ikut menciptakan pergerakan ekonomi selama kegiatan berlangsung.
“Ini tentu adalah permintaan dari Pak Kapolda untuk menghadirkan UMKM-UMKM kami dan akhirnya ada pergerakan ekonomi di Kabupaten Barru selama pelaksanaan Bhayangkara Off Road 2026 ini,” ujar Andi Ina.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh bagaimana sebuah agenda olahraga dan petualangan dapat dikembangkan menjadi ruang yang memberi manfaat lebih luas. Peserta mendapatkan pengalaman menjelajah alam, sementara masyarakat mendapat kesempatan untuk terlibat dan memperoleh manfaat ekonomi.
Andi Ina juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Bhayangkara Off Road yang tidak hanya menguji adrenalin dan menjadi ajang olahraga, tetapi turut dikemas dengan kegiatan sosial.
Salah satunya melalui penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat penerima manfaat di wilayah kegiatan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako tersebut. Tentu ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kami,” katanya.
Bagi Andi Ina, kehadiran para peserta dari berbagai daerah juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi. Kegiatan tersebut mempertemukan komunitas offroader dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam suasana yang lebih cair.
Kehadiran peserta dari luar Sulawesi Selatan, menurutnya, menunjukkan bahwa Bhayangkara Off Road semakin dikenal secara luas. Ia pun berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar hingga agenda penutupan di Parepare.
“Salam offroad! Go, go, go!” serunya menutup sambutan.
Potensi Lappa Laona juga mendapat pengakuan dari Ketua IOF Pengda Sulsel Adi Rasyid Ali. Ia mengamini bahwa kawasan tersebut memiliki daya tarik wisata yang kuat.
Adi bahkan mengibaratkan Lappa Laona sebagai “Swiss-nya Sulawesi Selatan”. Ia juga mengapresiasi perubahan yang terlihat di kawasan tersebut dibandingkan saat dirinya berkunjung sekitar satu dekade lalu.
“Di tangan beliau, Barru ini semakin cantik,” ujar Adi sambil memberikan apresiasi kepada Bupati Andi Ina.
Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro melalui Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol. Dr. Pria Budi menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kabupaten Barru.
Menurutnya, Bhayangkara Off Road kini berkembang menjadi kegiatan yang semakin dekat dengan masyarakat. Jika sebelumnya kegiatan lebih banyak berfokus pada aktivitas off road, kini rangkaiannya turut diisi kegiatan sosial.
“Kalau dulu cuma kita offroad saja, sekarang menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Pria Budi juga mengaku terkesan dengan sambutan Pemerintah Kabupaten Barru. Begitu tiba di Lappa Laona, rombongan disambut dengan Tari Padduppa sebelum mengikuti malam ramah tamah bersama masyarakat.
Suasana malam itu kemudian semakin semarak dengan penampilan Hera KDI, DA1 Lidya, serta sejumlah hiburan lainnya. Tari empat etnis binaan Dinas Pendidikan turut tampil mengisi acara.
Dirlantas Polda Sulsel dan Kapolres Barru pun ikut menjadi bagian dari suasana hiburan malam tersebut.
Di Lappa Laona, Bhayangkara Off Road akhirnya bukan hanya tentang lintasan dan kendaraan yang menaklukkan medan. Ada alam yang diperkenalkan, UMKM yang diberi ruang, bantuan yang disalurkan, serta perjumpaan antara peserta dan masyarakat.
Bagi Barru, rombongan offroader yang datang menjadi kesempatan untuk menyampaikan satu pesan sederhana: jangan hanya melewati Barru, tetapi sempatkan untuk singgah, menikmati alamnya, dan mengenal lebih dekat kehidupan masyarakatnya.

Comment