BARRU, LENSAMERDEKA.COM – Pesan untuk saling menyayangi, berbagi, dan menolong mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Modern Kurir Langit Barru, Kamis malam (3/9/2026). Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, mengajak jamaah menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Abustan mengapresiasi pengurus Masjid Modern Kurir Langit Barru serta seluruh pihak yang telah menggelar kegiatan tersebut. Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Presiden Masjid Modern Kurir Langit, A. Muhammad Nur Syahid, atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun berbagai kegiatan kebaikan di tengah masyarakat.
Menurut Abustan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak cukup dimaknai sebagai agenda seremonial. Momentum tersebut semestinya menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah melalui shalawat sekaligus meneladani akhlak dan ajaran beliau.
Salah satu nilai yang ditekankan adalah kepedulian terhadap sesama. Abustan mengajak masyarakat memperkuat kasih sayang, semangat berbagi, serta kebiasaan saling membantu, terutama ketika sebagian masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
“Yang saya mau pesankan, ayo kita saling menyayangi, saling memberi, dan saling menolong,” pesan Wakil Bupati.
Ia juga mengingatkan pentingnya bersyukur ketika mendapatkan kemudahan dan tetap bersabar saat menghadapi kesulitan. Menurutnya, persoalan yang muncul dalam kehidupan sebaiknya dihadapi dengan pikiran dan perkataan yang jernih, bukan dengan saling menyalahkan atau memperbesar masalah.
Waspadai Kemarau dan Potensi Kebakaran
Di tengah suasana peringatan Maulid, Abustan turut menyinggung kondisi musim kemarau yang sedang berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Kekurangan air bagi tanaman hingga meningkatnya potensi kebakaran menjadi perhatian yang perlu diantisipasi bersama.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber yang dapat memicu kebakaran, termasuk memastikan instalasi listrik berada dalam kondisi aman.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kita harus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap hal-hal yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” ujarnya.
Abustan juga mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan dalam menyimpan harta benda. Ia menyebut pemanfaatan layanan perbankan, termasuk perbankan syariah, dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjaga keamanan penyimpanan harta.
Menghadapi kemarau, pemerintah dan masyarakat dinilai perlu terus melakukan berbagai ikhtiar. Selain langkah penanganan secara nyata, Abustan mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual melalui rencana pelaksanaan Salat Istisqa di pelataran Masjid Modern Kurir Langit.
Jamaah diajak mempersiapkan diri dan mengikuti kegiatan tersebut dengan memperbanyak doa serta meningkatkan ibadah sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar hujan segera turun.
“Kita berupaya dan berdoa bersama. Mudah-mudahan ada doa dari kita semua yang diijabah oleh Allah SWT sehingga diberikan hujan,” katanya.
Pesan tentang keteladanan Rasulullah juga kembali ditekankan Abustan ketika berbicara mengenai keluarga. Ia mengingatkan agar kesibukan dan berbagai aktivitas tidak membuat seseorang mengabaikan keluarga maupun orang-orang terdekat.
Menurutnya, kasih sayang yang diajarkan Rasulullah SAW perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, baik di lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Abustan kemudian menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai lantaran harus menghadiri agenda pemerintahan lainnya. Ia berharap jamaah tetap mengikuti kegiatan dengan khidmat dan mengambil hikmah dari tausiah yang disampaikan.
Peringatan Maulid tersebut berlangsung di pelataran Masjid Modern Kurir Langit dan diawali dengan Salat Isya berjamaah. Dua pembawa hikmah Maulid hadir dalam kegiatan itu, yakni Syaikh Prof. Dr. Shalih Ahmad Abdul Wahhab Abdul Qawiy, Lc., MA., Wakil Dekan Fakultas Dirasah Islamiyah Lil Wafidin Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, serta Dr. H. Muhammad Erfin Beddu, M.Pd., pengisi acara Cahaya Hati yang dikenal melalui sejumlah program televisi nasional.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Kementerian Haji dan Umrah Barru, Ketua KPU Barru, Camat Barru, Danramil Barru, Wakapolsek Barru, Lurah Sumpang Binangae, Dewan Syariah Masjid Modern Kurir Langit, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan jamaah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Barru tersebut pun tidak hanya menjadi momentum memperbanyak shalawat, tetapi juga ruang untuk mengingat kembali pentingnya kepedulian sosial, menjaga keluarga, serta memperkuat ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau.

Comment